Impor Alkes Membengkak, Jokowi Minta Investasi Sektor Kesehatan Digenjot
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong investasi pada sektor kesehatan ditingkatkan,a untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan (alkes) dalam negeri yang selama ini masih didominasi barang impor.
"Indonesia terus mendorong investasi di sektor kesehatan guna pemenuhan (akses) kebutuhan di dalam negeri," tekannya dalam acara B20 Inception Meeting, Jakarta, Kamis (27/1).
Jokowi menyatakan, pada tahun 2021 pengeluaran pemerintah pusat dan daerah untuk sektor kesehatan, termasuk belanja alkes bengkak. Yakni, mencapai USD 34,77 miliar.
Untuk itu, Jokowi ingin realisasi investasi di sektor kesehatan terus digenjot. Terutama untuk mendukung proyek-proyek pengembangan alkes buatan dalam negeri.
"Kita akan memprioritaskan pembelian farmasi dan alat alat kesehatan yang diproduksi di dalam negeri. Prinsipnya kalau sudah bisa diproduksi di dalam negeri, anggaran pemerintah tidak akan membeli yang impor," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pentingnya investasi di sektor kesehatan agar Indonesia bisa lebih siap untuk menghadapi pandemi.
Dia menjelaskan, Indonesia sempat mengalami kesulitan mendapatkan obat-obatan. Sebab, negara lain mendahulukan kepentingan domestik masing-masing.
Pada akhir tahun 2020 banyak yang berharap distribusi vaksin tahun 2021 dapat mempercepat pemulihan ekonomi. Namun, distribusi vaksin dan kecepatan suntik yang tidak tidak merata antarnegara menyebabkan munculnya varian-varian baru.
"Sangatlah penting pemerintah fokus investasi di sektor kesehatan. Banyak negara kini juga turut fokus pada hal yang sama, karena mereka tidak mau terjebak dalam supremasi China dan India sebagai pusat produksi farmasi," kata Luhut dalam webinar Hipmi, Selasa (25/1).
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya