Telah Impor 13.000 Ton Daging Kerbau India, Bulog Jamin Bebas Virus Corona
Merdeka.com - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, pihaknya telah menyimpan stok daging kerbau impor asal India sebesar 13.000 ton. Pasokan tersebut nantinya akan disalurkan untuk menjaga ketersediaan jelang Lebaran 2021.
Pria yang akrab disapa Buwas ini menyatakan stok daging kerbau tersebut aman untuk dikonsumsi. Pernyataan itu dikeluarkannya guna menjawab kekhawatiran, sebab India tengah diterjang gelombang ketiga pandemi Covid-19.
"Sementara yang sudah kita kelas dalam penjualan sebesar 13.000 ton. Relatif aman. Pengiriman di sana sudah sesuai standar, kemudian tiba di sini cek, jadi harus aman," ujarnya dalam sesi konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Senin (26/4).
Buwas menyampaikan, sebanyak 13.000 ton daging kerbau tersebut telah didatangkan sebelum India terkena wabah lanjutan pandemi Covid-19. "Kenapa harus India, karena yang ada memang di India. Tapi tetap ada prosedurnya, termasuk halal dan syarat-syarat penyakit. Ini sudah jadi komitmen kontrak kita," kata Buwas.
Penugasan Impor Sejak 2016
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDia menceritakan, Perum Bulog telah mendapat penugasan impor daging kerbau dari India sejak 2016 lalu. Pada saat itu, Bulog mendapat penugasan tunggal untuk mengimpor 100.000 ton daging kerbau.
Namun jumlah stok impornya kemudian mulai mengerucut menjadi 80.000 ton pada 2021 ini. "Pada 2016 itu kita dapat kuota 100 ribu ton, 2017 100 ribu ton, 2018 100 ribu ton. Tapi evaluasi kita bahwa pasar yang sesungguhnya kebutuhan pasar kita hanya 80 ribu ton. Itu untuk penugasan, bukan keinginan Bulog, sesuai kebutuhan masyarakat 80 ribu. Jadi pada 2021 ini 80 ribu ton saja," tuturnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya