Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

IMF prediksi defisit transaksi berjalan tetap tinggi hingga 2014

IMF prediksi defisit transaksi berjalan tetap tinggi hingga 2014

Merdeka.com - Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksi defisit transaksi berjalan Indonesia pada akhir tahun ini dan 2014 masih akan berada di atas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Proyeksi ini didasarkan pada kondisi pelemahan perdagangan dan permintaan eksternal yang diperkirakan masih melemah hingga tahun depan.

"Defisit transaksi berjalan diperkirakan akan tetap berada di atas 3 persen dari PDB pada 2013 dan 2014," ujar Deputi Senior IMF, Benedict Bingham, saat acara 'Jumpa pers IMF' di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Selasa (17/12).

Menurutnya, dalam jangka pendek, Indonesia dinilai akan menghadapi kondisi global yang lebih menantang. Pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksikan melambat menjadi sekitar 5 persen pada tahun ini dan 5,5 persen pada 2014.

Angka inflasi diperkirakan akan mencapai 9,5 persen (year on year) pada tahun ini utamanya akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan harga pangan dan depresiasi nilai tukar Rupiah baru-baru ini. Sedangkan pada tahun depan tingkat inflasi diyakini baru akan turun menjadi sekitar 6 persen.

Sementara, arus investasi, baik portofolio dan FDI (foreign direct investment atau aliran modal asing langsung) diperkirakan akan berjalan seiring catatan neraca transaksi berjalan. Untuk devisa, cadangan yang ada diprediksi masih akan tetap memadai, walaupun terjadi penarikan pada semester I tahun ini.

Topik pilihan: Neraca Perdagangan | Daya Saing Ekonomi

"Otoritas yang berwenang telah mengambil langkah-langkah signifikan sejak pertengahan 2013 untuk mengatasi ketidakseimbangan eksternal dan fiskal, mengurangi tekanan inflasi dan mengurangi volatilitas pasar," jelas dia.

IMF melihat pemerintah telah menjaga kinerja fiskal melalui kenaikan harga BBM bersubsidi untuk membatasi kenaikan subsidi energi. Kebijakan moneter juga telah diperketat oleh bank sentral demi menjaga nilai tukar dan imbal hasil obligasi di pasar.

"Pemerintah terus berupaya membuat kerangka kerja manajemen krisis, yang akan diatur dalam regulasi melalui undang-undang jaring pengaman sektor keuangan (JPSK) bila disetujui oleh parlemen," ungkapnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menyatakan defisit transaksi berjalan pada 2014 yang diperkirakan bisa mencapai 2,5-2,7 persen dari PDB dinilai merupakan angka yang dapat ditoleransi pasar.

"Target 2014, current account deficit bisa di bawah 3 persen. Kalau bisa 2,5 persen sampai 2,7 persen dari PDB. Itu saya rasa angka yang bisa diterima oleh pasar," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP