Imbas pelarangan CPO, Lion Air Group boikot impor ratusan Airbus
Merdeka.com - Lion Air Group akan memboikot impor ratusan pesawat asal Prancis, Airbus sebagai bentuk perlawanan terhadap kampanye negatif dari Uni Eropa terhadap ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).
Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengatakan rencana Lion Air mengembangkan penggunaan bioavtur berbasis sawit sebagai bahan bakar bagi pesawat komersial akan menjadi pukulan telak bagi Eropa. Karena pesawat Airbus milik Lion yang diproduksi di Perancis bakal menggunakan bahan bakar berbasis CPO.
Sementara itu, Uni Eropa kerap menggaungkan penghapusan biofuel berbasis kelapa sawit (phase out palm oil based biofuel) pada 2021 karena berpotensi memberantas hutan. Uni Eropa tak hanya melarang peredaran minyak sawit mentah dan biodiesel tapi juga seluruh produk turunan yang menggunakan minyak sawit mentah.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pun mengapresiasi kebijakan korporasi Lion Air Group ini. Menurutnya, alasan Uni-Eropa memboikot CPO asal Indonesia sebab tidak ramah lingkungan tidak bisa diterima dan mengada-ada.
Dia menilai, Industri CPO telah menjadi industri strategis nasional, sehingga berkontribusi besar terhadap perekonomian bangsa dan perannya sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan dan energi nasional.
"Ini kan masalah perang dagang, ada substitusi impor komoditas lain yang mau masuk, misalnya kedelai atau jagung menggantikan CPO Indonesia dan Malaysia. Terus dia bikin-bikin alasanlah soal lingkungan," kata Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi dan Bisnis, Rizal Calvary Marimbo dikutip Antara, Kamis (12/4).
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya