Imbas Pandemi Covid-19, Hanya 53 Pesawat Garuda Indonesia Beroperasi
Merdeka.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memberitahukan telah mengurangi jumlah armada pesawat yang dioperasikan sepanjang pandemi Covid-19. Saat ini, maskapai pelat merah andalan Indonesia tersebut hanya mengoperasikan 53 pesawat dari total 142 pesawat yang sempat dimiliki.
Manajemen Garuda Indonesia, dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), menyebut penggunaan armada pesawat selama masa pandemi memang disesuaikan dengan kondisi pasar dan permintaan layanan penerbangan saat ini.
Secara rinci dari total 142 pesawat, sebanyak 136 pesawat dengan status sewa dan 6 pesawat milik perseroan. Terdiri dari jenis pesawat Boeing 777-300, Boeing 737-800, Boeing 737-8 Max, Airbus A330-200, Airbus A330-300, Airbus A330-900, CRJ1000 NextGen, dan ATR 72-600.
"Adapun jumlah armada yang dioperasikan selama masa pandemi berkurang sehingga yang saat ini dioperasikan untuk mendukung operasional perusahaan ada pada kisaran 53 pesawat," ungkap manajemen Garuda Indonesia, Jakarta, ditulis Jumat (11/6).
Meski berada dalam tekanan krisis keuangan, perseroan memastikan, pesawat yang dioperasikan laik terbang (airworthy) sesuai dengan peraturan penerbangan yang telah disahkan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementrian Perhubungan.
Selanjutnya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comGaruda Indonesia menjelaskan, 39 pesawat kini berstatus dalam perawatan (maintenance). Untuk pesawat yang dalam kondisi tidak dioperasikan, pemeliharaannya tetap dilakukan, yaitu dengan perawatan prolong dan/atau perawatan berkala yang mengacu pada dokumen program perawatan yang diterbitkan oleh pabrikan pesawat/mesin dan telah disahkan oleh DKUPPU Kementrian Perhubungan.
Manajemen maskapai ini mengakui ada sejumlah pesawat yang dalam status grounded atau dikembalikan ke perusahaan penyewa pesawat (lessor). Baru-baru ini Garuda Indonesia juga telah mengembalikan dua armada B737-800 NG ke salah satu lessor.
Perseroan saat ini terus melakukan upaya negosiasi dengan lessor untuk pesawat bertatus grounded. Di mana pendekatan yang ditempuh adalah kembali dapat mengoperasikan atau melakukan early termination/ pengembalian pesawat.
"Tentunya hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan armada sesuai demand layanan penerbangan pada era kenormalan baru ini."
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya