Imbas kenaikan Dolar AS, kekayaan penduduk Indonesia menurun
Merdeka.com - Credit Suisse Research Institute mencatat porsi kekayaan kelas menengah di setiap negara mengalami penurunan sejak 2007. Hal ini dikarenakan meningkatnya nilai dollar yang mengakibatkan munculnya krisis finansial di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kepala Investasi (CIO) UK & EEMEA, Private Banking and Wealth Management Credit Suisse, Michael O’Sullivan mengatakan walaupun terjadi krisis finansial, enam tahun berturut-turut ekonomi global mengalami pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil di atas 3 persen. Pergerakan ini ditopang oleh pertumbuhan yang cepat di sejumlah pasar baru dan melesatnya laju pertumbuhan sejumlah negara maju, terutama di Eropa.
"Kebijakan moneter setiap negara mulai berbeda-beda, dimana the Fed kemungkinan akan menapaki jalur yang semakin ketat, sementara bank-bank sentral di negara-negara lain justru melonggarkan atau mempertahankan kebijakan. Hal ini sampai taraf tertentu menjelaskan perubahan-perubahan relatif dalam hal kekayaan dalam setahun terakhir," kata Michael dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/12).
Menurut Global Wealth Report tahunan yang dikeluarkan Credit Suisse, kekayaan rata-rata dalam Rupiah telah meningkat secara terus-menerus sejak 2008 dengan laju tahunan rata-rata 5,5 persen. Di Indonesia, terdapat 987 individu dengan kekayaan bersih sebesar 8,9 persen lebih tinggi daripada 2014, yaitu lebih dari USD 50 juta.
Kendati demikian, kekayaan dalam nilai mata uang Dolar Amerika Serikat malah mengalami penurunan nilai tukar sebesar 32 persen. Hal ini telah menyebabkan kekayaan per orang dewasa merosot. Seperti di banyak negara berkembang, kekayaan pribadi di Indonesia sebagian besar terdiri atas aset riil, yang mencakup 86 persen aset bruto rumah tangga.
Credit Suisse mencatat, meski kekayaan kelas menengah telah bertumbuh sebesar 249 persen sejak 2000 menjadi USD 351 miliar, hanya 4,4 persen populasi dewasa Indonesia yang tergolong ke dalam kriteria kelas menengah. Michael memperkirakan, dalam lima tahun mendatang jumlah miliuner USD di Indonesia diproyeksikan akan naik 54 persen, yaitu dari 98.000 jiwa menjadi 151.000 jiwa pada 2020.
"Kami memperkirakan ekonomi global akan meningkat sedikit, dengan ekonomi Cina yang mulai stabil seiring transisi yang negara itu lakukan menuju konsumsi dan jasa. Dengan latar belakang ini, kekayaan diperkirakan akan terus menanjak dan dapat bertumbuh dengan laju tahunan 6,6 persen (termasuk inflasi), mencapai USD 345 triliun pada 2020," pungkas dia.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya