Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Imbas Corona, ILO Sebut 1,6 Miliar Pekerja Informal Terancam Kehilangan Kerja

Imbas Corona, ILO Sebut 1,6 Miliar Pekerja Informal Terancam Kehilangan Kerja pedagang gorengan di malang. ©2017 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Organisasi Buruh Internasional (ILO) memprediksi sekitar 1,6 miliar pekerja sektor informal terancam kehilangan pekerjaan akibat krisis ekonomi yang disebabkan oleh pandemi virus corona (Covid-19). Jumlah tersebut hampir separuh dari total 3,3 miliar pekerja sektor informal di dunia.

"Sejalan dengan perkembangan pandemi dan krisis ketenagakerjaan, kebutuhan untuk melindungi mereka yang paling rentan menjadi semakin mendesak," kata Direktur Jenderal ILO, Guy Ryder, dalam pesan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat (1/5).

Berdasarkan data yang dimiliki ILO, bulan pertama krisis diperkirakan mengakibatkan penurunan 60 persen dari penghasilan pekerja informal secara global. Bila dirincikan, kemerosotan terbesar dialami tenaga kerja di kawasan Afrika dan Amerika yakni sebesar 81 persen. Lalu 70 persen di Eropa dan Asia Tengah, serta 21,6 persen di kawasan Asia Pasifik.

Sementara itu, lebih dari 436 juta usaha di seluruh dunia menghadapi risiko tinggi gangguan yang serius. Termasuk 232 juta di sektor usaha eceran, 111 juta di manufaktur, 51 juta di akomodasi dan jasa makanan, serta 42 juta di properti dan kegiatan usaha lainnya.

Menyikapi situasi ini, ILO menyerukan tindakan-tindakan mendesak, tersasar dan fleksibel untuk mendukung pekerja dan dunia usaha, khususnya usaha kecil di sektor informal. "Untuk jutaan pekerja, tidak memiliki penghasilan berarti tidak ada makanan, tidak ada keamanan dan tidak ada masa depan. Jutaan usaha di dunia tidak lagi dapat bernapas," tutur Guy Ryder.

"Mereka tidak memiliki tabungan atau akses ke kredit. Ini adalah wajah nyata dunia kerja. Jika kita tidak membantu mereka sekarang, mereka akan binasa," tegasnya.

Presiden Jokowi: Stimulus Ekonomi Harus Menjangkau Tambal Ban Hingga Tukang Gorengan

stimulus ekonomi harus menjangkau tambal ban hingga tukang gorenganRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah menyiapkan program stimulus ekonomi bagi pelaku usaha yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19). Presiden Jokowi menekankan bahwa stimulus ekonomi ini harus bisa menjangkau seluruh para pelaku usaha.

"Saya ingatkan yang harus dibantu bukan hanya usaha kecil, menengah dan besar saja. Tapi juga usaha mikro dan ultra mikro. Program stimulus ekonomi juga harus menjangkau sektor informal, pedagang kaki lima (PKL), tukang gorengan, tambal ban, warung-warung kecil," jelas Presiden Jokowi dalam pembukaan Musrembangnas melalui video conference, Kamis (30/4).

Presiden Jokowi mengatakan saat ini jumlah para pekerja informal sangat besar. Dia menyebut, berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), jumlahnya mencapai 40 juta. "Sebagian besar dari mereka tidak bersentuhan dengan bank atau lembaga keuangan. Ini juga harus kita perhatikan," ucapnya.

Saat ini, kata Presiden Jokowi, pemerintah telah menyiapkan program stimulus ekonomi agar pelaku usaha dapat bertahan dan mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Mulai dari, insentif perpajakan, restrukturisasi kredit serta relaksasi impor bahan baku.

"Saya minta gubernur di setiap daerah merancang program sama untuk menambah, memperkuat dan memperluas program stimulus yang disiapkan pemerintah pusat," jelas Presiden Jokowi.

Meski begitu, dia meminta agar program stimulus ekonomi di daerah dilakukan dengan skema yang jelas, transparan dan terukur. Presiden Jokowi meminta agar kepala daerah mendata sektor apa yang mendapat stimulus serta stimulus apa yang didapat pelaku usaha.

"Jangan sampai hanya mau mendapat stimulus tapi tetap PHK pekerjanya. Saya juga minta verifikasi dengan benar dan evaluasi paket stimulus yang sudah diberikan sehingga benar berdampak terhadap jutaan tenaga kerja yang bergantung pada sektor riil," tutur Presiden Jokowi.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP