Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ikatan Pedagang Pasar: H-2 Lebaran Seluruh Komoditas Pangan Naik

Ikatan Pedagang Pasar: H-2 Lebaran Seluruh Komoditas Pangan Naik Pasar tradisional jelang Lebaran. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri mengatakan, menjelang H-2 Lebaran 2021, semua komoditas pangan naik. Misalnya untuk daging ayam saja mengalami kenaikan sebesar Rp 3.000 per kilogramnya.

"Hari ini semua komoditas naik tidak ada satupun komoditas yang tidak naik, misalnya beras naiknya bervariasi mulai dari Rp 100-1000 kenaikannya. Kemudian, daging ayam dari harga Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 43 ribu sehingga per hari ini kenaikannya Rp 3 ribu," kata Abdullah kepada Liputan6.com, Senin (10/5).

Selain itu, harga bawang merah dan putih juga mengalami kenaikan kisaran Rp 1.000 per hari ini. Lalu, minyak goreng yang harganya Rp 16.000 ada kenaikan sekitar Rp 1.000-1.500 menjadi Rp 17.000-17.500 per liternya.

"Daging sapi naiknya cukup tinggi Rp 143 ribu per kilogram, naik sekitar Rp 3 ribuan. Tempe tahu juga begitu mengalami kenaikan," ujarnya.

Menurutnya hal ini bisa terjadi, lantaran stok komoditas pangan sudah seluruhnya dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan hari raya. "Puncaknya hari kemarin dan hari ini. Besok para pedagang sudah banyak yang buka dan libur Lebaran sehingga produksi pasti akan terganggu di pasar," imbuhnya.

Selanjutnya, yang mesti dipikirkan para pedagang adalah memasuki fase ketiga yakni setelah selesai Hari Raya Idulfitri. Lantaran stok komoditas sudah habis.

Menurutnya, jika tidak ada kendala distribusi sebenarnya kebutuhan pedagang bisa terpenuhi. Tapi kalau ada penyekatan, itu yang harus diantisipasi.

Ada Penyekatan Larangan Mudik, Kemenperin Ingin Arus Logistik Lancar

larangan mudik kemenperin ingin arus logistik lancarRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kemenperin juga mendorong kegiatan sektor industri dapat berjalan lancar, termasuk dalam aspek arus logistiknya. Hal ini untuk mengantisipasi dampak penyekatan sejumlah jalan akibat peniadaan mudik tahun ini sebagai upaya pencegahan dan memutus rantai peyebaran Covid-19.

"Kami telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Polri, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, dan asosiasi industri, agar dapat menghindari dan meminimalkan kemacetan sehingga aliran logistik sektor industri berjalan baik dan tidak menghambat perjalanan pekerja menuju beberapa kawasan industri," kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Eko Cahyanto.

Dirjen KPAII menyebutkan, sejumlah usulan yang disampaikan Kemenperin, antara lain dilakukannya penyaringan pemeriksaan atau pemisahan jalur kendaraan umum dan pengangkut logistik. Berikutnya, untuk truk pengangkut logistik dan bis pekerja, dapat dikecualikan dalam pemeriksaan dokumen.

"Kami juga memberikan opsi untuk memindahkan lokasi penyekatan untuk lebih mundur ke wilayah Cikampek atau perbatasan Karawang dan Purwakarta. Sebab, pada 6 Mei lalu, penyekatan di KM 31 dan KM 47 ruas tol Jakarta-Cikampek membuat kemacetan yang cukup panjang," jelasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP