Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

IKAPPI sebut pangan tak lantas makin murah meski harga BBM turun

IKAPPI sebut pangan tak lantas makin murah meski harga BBM turun Pasar Tradisional. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah bakal menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium dan Solar pada tanggal 1 April 2016 mendatang. Harga BBM tersebut diperkirakan akan turun dari Rp 200 hingga Rp 1.000 per liter.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan meski pemerintah telah menurunkan harga BBM, namun hal tersebut tidak akan berpengaruh pada penurunan harga komoditi pasar, seperti cabai dan bawang merah.

"Saya rasa ini sulit untuk berpengaruh (ke penurunan harga pasar) karena kebiasaannya jika harga BBM naik otomatis transportasi tinggi dan mendongkrak harga pangan. Namun kalau terjadi penurunan harga BBM, harga pangan akan sulit untuk turun," kata Abdullah saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Minggu (27/3).

Menurutnya, harga pangan akan turun jika pemerintah mempermudah distribusi bahan pangan, baik dari segi transportasi maupun biaya distribusi. Sebab, harga distribusi pangan sendiri menyumbang sekitar 21 persen dari harga pangan.

"Transportasi itu menelan sekitar 21 persen dari harga pangan itu sendiri. Itu lah yang membuat harga pangan seperti cabai, bawang merah, maupun tomat jadi mahal," imbuhnya.

Dengan begitu, Abdullah mengimbau agar pemerintah bisa memberikan subsidi terhadap distribusi bahan pangan. Jika para pedagang maupun petani dibebaskan dari biaya distribusi, maka dia meyakini harga pangan akan kembali normal.

"Kalau subsidi diberikan full ke petani dan pedagang seperti gerbong kereta, atau kapal yang tak pungut biaya, kemungkinan ada penurunan harga hingga 21 persen. Karena pernah harga BBM turun tapi harga pangan sulit untuk turun," jelasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP