IHSG sulit capai level 5.000
Merdeka.com - Analis saham memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan sulit menembus angka 5.000 jika tidak didukung oleh sentimen positif. Jika sedikit saja terdapat sentimen negatif maka kecenderungannya pelaku pasar akan melakukan profit taking bahkan overbought.
Analis dari Trust Securities, Reza Priyambada, mengatakan bahwa sentimen negatif berpotensi terjadi setelah bursa saham AS gagal bertahan di zona positif. Ini ditambah penurunan data MBA Mortgage Applications seperti ISM Non-Manufacturing PMI serta ADP Employment Change.
"Pelemahan dalam intraday perdagangan sempat berkurang dengan sentimen dari Jepang terkait hasil meeting BoJ. Namun dengan liburnya HSI, Shanghai, dan TaiEx serta variatifnya pembukaan pasar saham Eropa jelang ECB meeting membuat IHSG melanjutkan pelemahan lebih dalam," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Jumat (5/4).
Dia menambahkan untuk bursa saham Eropa menunjukkan variatif cenderung melemah setelah merespon rilis penurunan data Market Services PMI pada sejumlah negara di zona Eropa. Sementara bursa saham AS, diharapkan bisa rebound dengan sentimen positif dari Jepang yang memperpanjang program stimulusnya.
Sedangkan, bursa saham Asia variatif cenderung melemah. Ini akan berbeda jika Jepang dapat menguat signifikan setelah hasil meeting BoJ memberi sinyal untuk memperpanjang pembelian obligasi jangka panjang.
Selain itu, pergerakan nilai tukar Rupiah melanjutkan pelemahan dengan respon negatif terhadap pernyataan The Fed, William Dudley, bahwa program pembelian obligasi kemungkinan akan berakhir pada penghujung tahun ini dengan mulai menguranginya secara bertahap.
Dengan demikian, dia memprediksi IHSG pada hari ini, Jumat (5/4) pada support 4905-4912 dan resistance 4936-4950.
"Laju pelemahan ini bisa saja berlanjut namun, jika kondisi bursa saham global bergerak rebound maka IHSG pun akan tertahan pelemahannya," tutupnya.
Adapun saham-saham yang perlu dicermati pada hari ini, antara lain PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Sentul City Tbk (BKSL,) PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), PT Modernland Realty Ltd. Tbk (MDLN) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK). (mdk/bmo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya