IHSG masih berpotensi lanjutkan pelemahan
Merdeka.com - Setelah lima hari berturut-turut laju indeks harga saham gabungan (IHSG) terus melemah, pelaku pasar memanfaatkan kondisi tersebut untuk kembali masuk pasar meski masih bersikap wait and see karena kekhawatiran masih adanya potensi pelemahan.
Variatifnya laju bursa saham Asia, masih melemahnya nilai tukar Rupiah, dan masih adanya transaksi jual asing, membuat IHSG yang sebelumnya merayap positif berbalik arah.
Pada perdagangan Jumat (27/9), IHSG diperkirakan akan berada pada support 4.365-4.400 dan resistance 4.415-4.438.
"Kemungkinan pelemahan lanjutan memang masih ada dan memang masih jauh namun, diharapkan pelemahan tidak berlanjut agar IHSG tidak terpuruk dalam zona negatifnya," ujar Analis Trust Securities, Reza Priyambada dalam riset hariannya, Jakarta.
Adapun pertimbangan saham-saham antara lain PT Sentul City Tbk (BKSL), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF),PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Compa Tbk (ULTJ), PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Ciputra Realty Tbk (CTRA) dan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA).
Sementara sentimen yang sama muncul dari perkiraan akan terjadinya shutdown ekonomi AS bila pembahasan anggaran negara AS menemui jalan buntu. Kondisi ini masih menjadi penghadang laju bursa saham Asia.
Tidak hanya bursa saham Asia yang tersengat pembahasan debt ceiling dan sentimen tappering off di bulan Oktober, bursa saham Eropa pun ikut terimbas sehingga memperpanjang pelemahannya hingga saat ini.
Laju bursa saham AS harap-harap cemas di tengah penantian akan rilis data-data penting antara lain GDP Price Index kuartalan, initial jobless claims dan pending home sales. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya