IHSG jatuh 15 persen selama 3 hari, OJK minta emiten buyback saham
Merdeka.com - Pemerintah memastikan kondisi perekonomian Indonesia masih tetap stabil di tengah anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad mengatakan rupiah dan pasar saham anjlok lantaran faktor eksternal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok mencapai 3,1 persen.
"Tapi pagi ini sudah positif 1,6 persen. Tentu saja perkembangan dinamika ini menuju perbaikan. Kami pantau terus secara dekat di bidang pengawasan," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (13/8).
Muliaman mengakui kondisi pasar saham memang belum terlalu membaik. Untuk itu, OJK bakal mengeluarkan kebijakan dengan melakukan pembelian saham kembali atau buyback oleh para emiten di pasar modal. Menurut dia, buyback saham bisa dilakukan tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) lantaran kondisi pasar makin memburuk.
"Terkait buyback, saya katakan anytime kalau menurut pertimbangkan kami perlu dilakukan. Kami juga ada pedoman yang kami pakai 2013, akan kami pakai jika IHSG 3 hari berturut-turut alami penurunan lebih dari 15 persen," jelas dia.
Untuk pembelian saham melalui buyback, hanya boleh dilakukan maksimal 20 persen dari modal disetor. Namun, langkah ini diperlukan melalui pertimbangan yang sangat strategis untuk mengeluarkan kebijakan buyback.
"Jika menurut OJK penting, ya dilakukan, melalui pertimbangan dan perlu adanya kebijakan. Jadi sangat diperlukan pertimbangan yang strategis."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya