IHSG Hari ini Dibuka Menguat, 7 Saham ini Bisa Jadi Pilihan Beli
Merdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 37 poin atau 0,61 persen ke posisi 6.190. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,11 poin atau 1,06 persen ke posisi 967,43.
President Director PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat kembali menunjukkan penguatan jangka pendek. Hari ini IHSG diprediksi berada pada rentang 5.944 hingga 6.202.
"Pergerakan IHSG terlihat kembali menunjukkan penguatan jangka pendek dengan upaya menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik," ujar William dalam riset harian, Jakarta, Jumat (8/1).
William melanjutkan, jika IHSG dapat menembus level resisten terdekat maka peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar. IHSG juga dipengaruhi oleh pengumuman cadangan devisa hari ini.
"Sentimen dari jelang rilis data perekonomian cadangan devisa pada hari ini disinyalir masih berada dalam kondisi stabil akan turut mewarnai pergerakan IHSG," katanya.
Adapun beberapa saham rekomendasi analis hari ini di antaranya SMGR, BBCA dan ICBP. Kemudian ada juga saham perusahaan dengan kode JSMR, BBNI, AKRA serta ANTM.
Airlangga Klaim Pembatasan Masyarakat Direspon Positif oleh Pasar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali memberikan sentimen positif terhadap pasar. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berada di level hijau pada pembukaan perdagangan hari ini.
"Alhamdulillah hari ini indeks harga saham gabungan sudah masuk di jalur positif kembali. Jadi tadi saya monitor angkanya sudah kembali ke 6.127 sehingga tentu direspon secara baik oleh pasar," kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (7/1).
Di sisi lain, kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat memang harus dijalankan. Sebab kesehatan dan ekonomi harus berjalan secara beriringan dan tidak bisa dipertentangkan.
"Sehingga dengan kebijakan ini betul-betul pemerintah sesuai dengan arahan bapak presiden menjaga keseimbangan antara sektor kesehatan dan sosial ekonomi," jelas dia.
"Masyarakat dengan disiplin masyarakat tetap bisa beraktivitas mencari mata pencaharian tetapi tetap disiplin yang ketat," sambung dia.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya