Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

IHSG Ditutup Menguat Terkerek Perkembangan Penemuan Vaksin Corona

IHSG Ditutup Menguat Terkerek Perkembangan Penemuan Vaksin Corona vaksin corona. ©REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Merdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat seiring perkembangan upaya penemuan vaksin covid-19. IHSG ditutup menguat 32,33 poin atau 0,63 persen ke posisi 5.190,17. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,4 poin atau 0,67 persen menjadi 812,3.

"Penguatan IHSG didukung adanya harapan global recovery dan perkembangan uji coba vaksin yang semakin berkembang dengan cepat," kata analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (11/8).

Penguatan saat penutupan ini juga didorong oleh pembukaan IHSG yang menguat. Secara sektoral, lima sektor meningkat dimana sektor pertanian naik paling tinggi yaitu 0,64 persen, diikuti sektor industri dasar dan sektor properti masing-masing 0,46 persen dan 0,3 persen.

Sedangkan lima sektor terkoreksi dimana sektor aneka industri turun paling dalam yaitu minus 1,24 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor pertambangan masing-masing minus 0,28 persen dan minus 0,26 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" sebesar Rp704,53 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 748.495 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 11,71 miliar lembar saham senilai Rp9,03 triliun. Sebanyak 242 saham naik, 207 saham menurun, dan 139 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 420,3 poin atau 1,88 persen ke 22.750,24, indeks Hang Seng naik 513,25 poin atau 2,11 persen ke 24.890,68, dan indeks Straits Times menguat 9,16 atau 0,36 ke 2.536,35.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kota Bandung Jawa Barat. Jokowi mengunjungi PT Bio Farma Kota Bandung untuk meninjau fasilitas produksi vaksin Covid-19 dari Sinovac China.

Selain itu, dia akan meninjau pelaksanaan uji klinis tahap ketiga dari vaksin Covid-19 di Gedung Eyckman yang dipandu oleh Tim Peneliti Uji Klinis dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.

"Hari ini saya hadir di fakultas kedokteran di bandung unpad dalam rangka melihat secara langsung pelaksanaan penyuntikan yang perdana untuk imunisasi untuk 1620 relawan yang akan diujicobakan," kata Jokowi usai meninjau di Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8).

Jokowi pun berharap dengan uji klinis bisa selesai 6 bulan ke depan. Sehingga vaksin bisa diproduksi pada awal tahun 2021. "Kita harapkan di bulan Januari 2021 kita sudah bisa memproduksi dan sekaligus juga kalau produksi sudah siap langsung diberikan vaksinasinya kepada seluruh masyarakat di tanah air," tutupnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP