Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

IHSG Diperkirakan Melemah, 7 Saham Ini Tetap Bisa Pilihan Investasi

IHSG Diperkirakan Melemah, 7 Saham Ini Tetap Bisa Pilihan Investasi Bursa Saham. REUTERS/Daniel Munoz

Merdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 3,1 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.163,72. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,4 poin atau 0,15 persen ke posisi 932,13.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan indeks saham berada pada 6.078 hingga 6.238. Pola gerak IHSG terlihat sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajarnya.

"Namun selama IHSG tidak dapat dipertahankan diatas resisten level terdekat maka peluang koreksi wajar masih terbuka lebar," ujar William dalam riset harian, Jakarta, Selasa (30/3).

Namun mengingat para investor asing masih mencatatkan capital inflow secara year to date, hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Adapun beberapa saham rekomendasi hari ini di antaranya adalah ICBP, UNVR dan SMGR. Kemudian CTRA, BSDE, GGRA serta ERAA.

"Sehingga jika terjadi koreksi wajar para investor masih dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek," jelas William.

Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya mencatat, IHSG diprediksi masih lanjut terkoreksi seiring dengan pelemahan rupiah. Potensi pelemahan nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan menjadi salah satu fokus pelaku pasar pada perdagangan hari ini.

Pasar menantikan data sektor ketenagakerjaan AS, salah satunya adalah tingkat pengangguran atau unemployment rate yang diperkirakan turun ke level persen pada Maret 2021 dibandingkan 6,2 persen pada Februari 2021. Hal itu sejalan dengan proyeksi kenaikan data ketenagakerjaan non pertanian (non farm payrolls) di AS menjadi 655.000 pada Maret 2021 dibandingkan 379.000 pada Februari 2021. Keduanya menjadi indikasi positif akselerasi pemulihan ekonomi di AS.

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan data inflasi Maret 2021. Bank Indonesia memperkirakan tingkat inflasi turun menjadi 1,36 persen (yoy) pada Maret 2021 dari 1,38 persen (yoy) pada Februari 2021.

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan program vaksinasi di Indonesia setelah ada kabar bahwa Covax-GAVI selaku penyedia vaksin AstraZeneca untuk Indonesia memutuskan untuk menunda pengiriman vaksin tersebut ke Indonesia.

Pelaku pasar dapat mencermati saham bank, terutama bank bluechip seperti BBNI, BBRI dan BMRI. Saham lain yang dapat diperhatikan di perdagangan hari ini adalah SCMA, PGAS, MCAS dan ACES.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 69,09 poin atau 0,24 persen ke 29.315,43, indeks Hang Seng naik 99,15 poin atau 0,35 persen ke 28.437,45, dan indeks Straits Times meningkat 16,59 poin atau 0,52 persen ke 3.192,16.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP