Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ide Dahlan bikin landasan pesawat pinggir laut masih dikaji

Ide Dahlan bikin landasan pesawat pinggir laut masih dikaji landing Pesawat Soeta . ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan membuat landasan pesawat atau runway di laut disambut baik PT. Angkasa Pura II (Persero). Namun, landasan di pinggir laut Jakarta masih harus dilakukan kajian teknis yang mendalam.

"Itu masih kajian teknis, jadi kita lihat bagaimana dari sisi biaya, lahannya dan tingkat kesulitannya seperti apa. Jadi sebetulnya kita dukung penuh ide pak Dahlan," ujar Dirut PT. AP II, Tri Sunoko kepada merdeka.com, Sabtu (4/1).

Dia menyebut, ada dua alternatif dalam pembangunan landasan di pinggir laut. Pertama, sebelah utara terminal II Bandara Soekarno Hatta. Kedua, di pantai utara Jakarta. Saat ini, AP II dalam proses pembebasan lahan di utara terminal II seluas 800 hektar.

"Ya diperkirakan biaya lebih mahal ya, makanya kita lakukan kajian dulu untuk melihat tingkat kesulitannya. Sebagai alternatif kita akan bangun di sebelah utara terminal II dengan lahan 800 hektar," jelasnya.

Pihaknya belum bisa memastikan waktu pelaksanaan pembangunan runway. Sebab, masih harus menunggu kajian.

Untuk diketahui, Dahlan telah meminta kepada perusahaan pelat merah Adhi Karya untuk melakukan studi pembuatan landasan pesawat baru di pinggir laut Jakarta. Menurut Dahlan, landasan di pinggir laut Jakarta sudah sangat diperlukan untuk mengatasi padatnya aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

"Saya sudah minta Adhi Karya melakukan studi membuat landasan ke 3 Cengkareng pinggir laut. Karena landasan ketiga di Cengkareng tidak mungkin," kata Dahlan di Tol Atas Laut, Bali, Minggu (24/8).

Dalam idenya, Dahlan ingin membuat landasan baru di pinggir laut Jakarta. Lokasi landasan baru ini nantinya bisa dibuat tol di atas laut menuju Tanjung Priok atau daerah lain. Landasan baru ini akan berjarak sekitar 8 kilometer (Km) dari Bandara Soekarno-Hatta.

Namun demikian, Dahlan masih menunggu hasil kajian dari Adhi Karya. "Pinggir laut bandara nanti ada tol tembus ke Tanjung Priok atau kemana. Dalam dua minggu saya tunggu hasil studinya," tutup Dahlan singkat.

Seperti diketahui, Bandara Soekarno-Hatta mulai beroperasi pada tahun 1985. Bandara ini dirancang oleh arsitek asal Prancis Paul Andreu dan berdiri di atas tanah seluas 18 km persegi di Kota Tangerang, Banten.

Bandara internasional ini awalnya dirancang untuk menampung penumpang sebanyak 22 juta orang. Namun berdasarkan data Dewan Bandara Internasional, pada 2011, penumpang di bandara ini sudah mencapai sekitar 51,17 juta penumpang per tahunnya.

Dalam masterplan pengembangan bandara, PT Angkasa Pura II selaku operator berencana meningkatkan kapasitas menjadi 62 juta penumpang per tahun pada 2014. Peningkatan kapasitas apron atau lapangan parkir pesawat juga menjadi bagian dalam rencana yakni dari 125 pesawat menjadi 174 pesawat terbang.

Diperkirakan PT Angkasa Pura II akan menghabiskan dana sekitar Rp 11,7 triliun untuk melakukan pengembangan bandara hingga 2014 ini.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP