Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hypermart Jual Beras Rp9.450 per Kg, Bulog: Dia Tak Ambil Untung

Hypermart Jual Beras Rp9.450 per Kg, Bulog: Dia Tak Ambil Untung Hypermart. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Perum Bulog sudah menyuplai beras medium kualitas premium ke pasar ritel modern seperti Hypermart. Beras Bulog itu kemudian dibanderol seharga Rp 9.450 per kg untuk kemasan 5 kg, atau senilai Rp 47.250.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebut, pengusaha ritel modern tak mengambil untung dari penjualan beras Bulog yang digunakan untuk operasi pasar, yakni sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.450 per kg.

"Harga jual beras Bulog di ritel sama, Rp 9.450 per kg seperti di pasar tradisional. Beliau (pelaku usaha retail) tidak mengambil margin. Ini luar biasa," kata Budi di Hypermart Puri Indah, Jakarta, Selasa (8/2).

Dia menjelaskan, meskipun Bulog menjual beras premium ke Hypermart dengan harga di bawah Rp 9.450 per kg, tetap keuntungan yang diterima pengusaha ritel hampir tidak ada, lantaran adanya ongkos angkut dan sebagainya.

"Ini kita kerja sama dengan ritel sekaligus kita pangkas (rantai distribusi) dengan sistem ini," imbuhnya.

Ditemui pada saat bersamaan, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey tak memungkiri, pihaknya memang tidak dapat banyak untung dari penjualan beras Bulog tersebut.

Sebagai contoh, untuk di wilayah Jakarta, Aprindo menerima beras Bulog kemasan 5 kg seharga Rp 8.625 per kg. Kendati masih ada selisih harga Rp 825 per kg dari HET, margin itu dipakai untuk biaya bongkar muat, ongkos angkut ke outlet, hingga biaya merchandise untuk penempatan rak di toko.

Menurut Roy, margin keuntungan yang didapatnya cenderung tipis untuk menutupi ongkos yang sudah dikeluarkan. "Jadi kita bisa berhitung, sehingga Pak Kepala Bulog menyatakan marginnya tipis sekali. Bagi kami intinya ketersediaan pangan bagi masyarakat dan kestabilan harga," kata Roy.

Namun, penjualan beras Bulog di Hypermart tetap bisa memberikan dampak bisnis bagi perusahaan. Pasalnya, konsumen kerap mencari produk lainnya saat membeli beras saat berbelanja supermarket.

"Jadi kita berharap masyarakat juga belanja yang lain. Tidak hanya beras tapi ada gula, minyak atau biskuit. Harapannya disitu," pungkas Roy.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP