HUT ke-25, bos BEI target jadi pasar modal terbesar di Asia Tenggara
Merdeka.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah merayakan ulang tahunnya ke-25 hari ini. Sejak didirikan pada 13 Juli 1992, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menembus level tertingginya sepanjang masa di 5.910,23 poin pada penutupan perdagangan Senin (3/7).
Direktur Utama BEI Tito Sulistio akan terus meneruskan targetnya untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar modal terbesar di Asia Tenggara hingga 2020. Caranya dengan menambah emiten dan menjalankan tanggung jawab yang sudah ada.
"Saya meneruskan apa yang sudah dibangun oleh direksi dan komisaris sebelumnya. 25 tahun ini kita tinggal memetik hasilnya. Dan sudah kelihatan bagaimana kita bergolak, berjalan menambah emiten dengan cepat. Dan target kita kembali menjadi yang terbesar di tahun 2020," kata Tito di gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/7).
Seperti diketahui, Beberapa mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dari berbagai periode pun datang untuk memberikan kesan dan pesan. Mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta Erry Firmansyah mengatakan pasar modal di Indonesia sudah mengalami perkembangan yang baik.
Dia berharap pertumbuhan pasar modal Indonesia bisa lebih tinggi lagi. Salah satunya dengan bertambahnya jumlah investor.
"Ini jadi satu tantangan buat kita semua karena dari dulu target 1 juta tidak pernah tercapai. Tapi mudah-mudahan dengan dukungan dari kita semua kita berharap pencapaian investor bisa bagus lagi. Karena kita berharap likuiditas kita bisa meningkat karena bertambahnya investor," kata Erry.
Sementara itu, Direktur Utama BEI periode 2012-2015, Ito Warsito mengatakan langkah Bursa Efek Indonesia masih panjang, banyak target uang harus dicapai dan dilampaui oleh generasi saat ini dan yang akan datang.
"Ini semua tanggungjawabnya ada di rekan-rekan yang berdiri saat ini. Yang akan melanjutkan apa yang sudah dirintis terdahulu. Bahwa tanggung jawab untuk memajukan Bursa Efek Indonesia itu berjalan terus dari waktu ke waktu tidak boleh terputus," pungkasnya.
Mantan Direktur Utama BEI periode (1991-2002) Mas Achmad Daniri juga berharap, di usia BEI yang terus meningkat, akan banyak emiten yang go public. Bukan hanya untuk emiten yang sudah berjalan, namun juga untuk startup company yang mulai berkembang di Indonesia.
"Obsesi saya sebenarnya akan sangat menarik kalau misalnya ada orang yang memiliki integritas yang bagus, memiliki ide atau gagasan yang bagus, dan bisa juga go poblic," imbuhnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya