Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Holding BUMN Migas terbentuk, PGN bakal rombak jajaran direksi

Holding BUMN Migas terbentuk, PGN bakal rombak jajaran direksi Pipa Gas PGN. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan merombak jajaran direksi dan komisaris yang ada saat ini. Perombakan akan dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 26 April 2018 ini. Langkah ini juga berkaitan dengan disahkannya holding BUMN Migas beberapa waktu lalu.

Direktur PGN Tbk, Danny Praditya membenarkan akan ada pergantian pejabat baru pada tubuh PGN. Namun dia belum bisa menyebutkan posisi yang akan digantinya tersebut.

"Iya, akan ada pergantian baru. Tapi belum tahu apakah direksi atau komisaris," tutur di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/4).

Dengan terbentuknya holding BUMB Migas, PGN menurut Danny juga belum menentukan besaran belanja modal atau capex (capital expenditure). Perusahaan masih menunggu koordinasi setelah Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). "Belum, nanti kita setelah transisi akan buat RKAP baru," ujarnya.

Dia juga menyebutkan masih belum bisa menentukan apakah total capex tersebut akan lebih rendah atau tidak ke depanya. "Tergantung, kalau pengembangan perusahaan, cuma realokasinya di tempat lain. yang jelas kita hindari adanya duplikasi di tempat yang sama," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno resmi menandatangani akta pengalihan saham seri B milik Negara sebesar 56,96 persen di PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk kepada PT Pertamina (Persero). Dengan demikian, Holding BUMN Migas resmi berdiri.

Pembentukan holding BUMN Migas ini sesuai arahan Presiden pada Oktober 2016 yang dituangkan dalam Roadmap Pengembangan BUMN yang telah dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait. Nantinya, Pertamina sebagai induk perusahaan (holding) dan PT PGN Tbk sebagai anggota holding.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media F. Harry Sampurno mengatakan, langkah selanjutnya adalah proses integrasi PT Pertagas yang merupakan anak usaha Pertamina ke PGN. Sehingga PGN akan menjadi Sub-Holding Gas di bawah Pertamina.

"Dengan masuknya PT Pertagas ke PGN maka PGN akan menjadi pengelola midstream sampai distribusi dan niaga gas," kata Harry melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (11/4).

Dia menjelaskan, Menteri Rini juga telah menyetujui Perubahan Anggaran Dasar Pertamina terkait perubahan atau peningkatan modal dan menyetujui pula integrasi PT Pertagas ke dalam PGN. Selain itu, ada beberapa pertimbangan yang disampaikan Direksi Pertamina dalam mengintegrasikan Pertagas ke dalam PGN.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP