Hipmi Ajak Anak Muda Jadi Pengusaha Dibanding Menjadi PNS
Merdeka.com - Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Mardani H. Maming, mengatakan, Indonesia akan menyambut era bonus demografi, di mana tahun 2030-2045 menjadi masa emasnya Indonesia, lantaran banyak angka usia muda yang produktif.
Untuk itu, dia meminta agar anak muda menjadi pengusaha dibanding jadi PNS. Sebab, jika semua anak muda Indonesia berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti PNS, TNI, atau POLRI, maka negara Indonesia akan kekurangan pengusaha muda.
"Kalau dia tidak mendapatkan lapangan kerja yang dipersiapkan oleh pemerintah, maka bukan menjadi bonus demografi tapi akan menjadi bencana demografi. Kalau semua anak muda yang lulus SMA, lulus kuliah berpikir menjadi ASN maka lama-lama negara ini akan bangkrut," kata Maming dalam Pembukaan Gerakan HIPMI Syariahpreneur Indonesia, Selasa (29/3).
Oleh karena itu, melalui HIPMI go to pesantren dan gerakan HIPMI syariah, pihaknya mendeklarasikan untuk mempersiapkan pengusaha-pengusaha muda muslim yang ada di Indonesia.
"Yang mana organisasi HIPMI bisa bekerjasama dengan Nahdlatul Ulama, yang organisasi terbesar di dunia, dan Kebetulan saya menjadi bendahara nya bisa Sinergi untuk bersama-sama membangun bangsa ini lebih maju ke depan," ungkapnya.
Dia menyebut angka pengusaha muda di Indonesia baru mencapai 3,4 persen, artinya masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara tetangga. Seperti Malaysia sebesar 5 persen, dan Singapura 7 persen.
"Padahal untuk menjadi suatu negara maju, kita butuh 12-14 persen. Kalau 3,4 persen dari jumlah penduduk 270 juta kita baru punya 10 juta (entrepreneur). Kita masih kekurangan 30 juta atau sekitar 40 juta untuk mencapai 12 -14 persen,' tandasnya.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya