Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hingga Agustus 2016, penerbitan sukuk RI mencapai Rp 153,1 T

Hingga Agustus 2016, penerbitan sukuk RI mencapai Rp 153,1 T Tampilan gaya baru Sri Mulyani. ©2012 Merdeka.com/ilustrasi

Merdeka.com - Masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai minat untuk masuk ke pasar keuangan syariah. Hal ini dibuktikan dalam 3 dekade terakhir keuangan syariah mengalami perkembangan pesat, salah satunya penerbitan Sukuk.

Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan penerbitan sukuk dari 2008 hingga saat ini mengalami peningkatan yang signifikan. Pada 2008, sukuk yang diterbitkan mencapai Rp 4,7 triliun, di 2015 menjadi Rp 118,51 triliun dan Agustus 2016 mencapai Rp 153,1 triliun.

"Akumulasi penerbitan sukuk negara Rp 538,9 triliun sejak 2008-2015. Karena sebagian telah dibayar outstanding Rp 391,1 triliun. Penerbitan sukuk negara juga untuk diversifikasi dan pendalaman pasar sukuk syariah," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (19/8).

Sri Mulyani juga mengatakan industri keuangan syariah telah berkembang secara global. Bahkan, di pasar global, sukuk berkontribusi hingga 15 persen.

Saat ini, sukuk tidak hanya berkembang di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun juga berkembang di negara-negara Eropa.

"London termasuk salah satu pusat yang paling advance untuk memberikan mekanisme. Ini tidak ada hubungannya dengan Wali Kotanya yang muslim. Tapi ini salah satu bentuk minat mereka membangun industri syariah dengan seluruh perangkat peraturan," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP