Hingga 20 November, DPR Catat Penempatan Dana PEN Capai Rp64,5 Triliun
Merdeka.com - Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia mencatat, berdasarkan laporan evaluasi mingguan per 20 November 2020, total penempatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah mencapai Rp64,5 triliun. Terdiri dari Bank Himbara sebesar Rp47,5 triliun, BPD Rp14 triliun, dan Bank Syariah Rp3 triliun.
Sementara itu, total penyaluran kredit telah mencapai Rp254,37 triliun. Dengan rincian, Bank Himbara Rp218,36 triliun, BPD Rp30,12 triliun, dan Bank Syariah Rp5,89 triliun.
"Jumlah debitur mencapai Rp3,74 juta debitur dengan rincian, Bank Himbara sebesar 3,55 juta debitur, BPD 146.592 debitur, dan Bank Syariah 44.320 debitur," kata Indah saat evaluasi kinerja keuangan pemerintah daerah dampak pandemi Covid-19 secara virtual, Kamis (10/12).
Sementara itu, alokasi dana PEN untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp66,99 triliun. Dengan outstanding penempatan dana sebesar Rp64,5 triliun, maka sisa saldonya sebesar Rp2,49 triliun.
"Leverage penyaluran kredit penempatan dana telah mencapai 3,94 kali. Penyaluran kredit untuk segmen UMKM telah mencapai Rp161,7 triliun atau 67,5 persen dari total penyaluran kredit," kata anggota DPR dari fraksi PDIP itu.
Indah menyebutkan, rata-rata Non Performing Loan (NPL) Bank Mitra mencapai 3,25 persen. Sementara itu, rata-rata penurunan suku bunga kredit mencapai 1,95 persen. Penyaluran kredit juga telah dilakukan kepada 196 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan nilai sebesar Rp1,07 triliun.
"Inovasi yang dimaksud seperti digitalisasi proses penyaluran kredit UMKM, kerjasama dengan BMDES, kredit khusus replanting, Kredit ASN Spesial, dan kredit mikro untuk komunitas rumah ibadah," ujarnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya