Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hindari bayar tunjangan hari raya, pengusaha akali kontrak buruh

Hindari bayar tunjangan hari raya, pengusaha akali kontrak buruh Pekerja tekstil. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut banyak buruh habis kontrak sebelum Idul Fitri. Dengan begitu, perusahan terbebas dari kewajiban membayar Tunjangan Hari Raya (THR).

"Itu akal-akalan pengusaha dengan dalih melabatnya ekonomi, ada perusahaan yang karyawan kontraknya habis‎, sama seperti tahun sebelumnya (pengusaha) begitu, menghindari pembayaran THR," ungkapnya di Jakarta Senin (8/6).

Bahkan, perusahaan mulai mengurangi pengeluaran dengan memangkas jam kerja. Buruh yang awalnya bekerja 8 jam per hari menjadi 6 jam atau pembagian jam kerja yang awalnya tiga shift menjadi dua shift.

"Supaya perlambatan ekonomi ini ‎dijadikan pengusaha menekan pekerja. Jadi pasca-lebaran diputus, abis lebaran rekrut lagi," terang Said.

Perusahaan, lanjutnya, menjadikan perlambatan ekonomi sebagai alasan menunda penaikan gaji buruh.‎ Bahkan ini bisa menjadi alasan perusahaan kembali menggunakan pekerja alih daya atau outsourcing.

"Agar menekan kenaikan upah pada 2016, itu akal-akalan menekan kesejahteraan strategis yang selalu dipakai berulang-ulang oleh perusahaan." (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP