Hatta pesimis pengendalian BBM bikin neraca perdagangan positif
Merdeka.com - Pemerintah menyatakan neraca migas Indonesia sulit untuk positif selama pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak berhasil. Neraca migas menjadi faktor utama penyebab defisit neraca perdagangan.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meminta komitmen seluruh masyarakat untuk melakukan penghematan konsumsi BBM bersubsidi. Konsumsi yang tinggi bikin Indonesia harus impor BBM karena produksi nasional tidak mencukupi.
"Kecuali kita bisa mengendalikan impor, mengendalikan jumlah kuota subsidi BBM harus kita tekan jadi bisa berkurang," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, akhir pekan ini.
Dia mengakui kebijakan pengendalian yang dimiliki tidak mampu menekan konsumsi BBM di masyarakat. Sehingga dirinya pesimis, neraca migas akan positif dalam waktu dekat.
"Kalau neraca migas akan negatif. Makanya kita harus tekan. Kecuali kita bisa mengendalikan impor," ujarnya.
Hatta mengatakan 2013 ini pemerintah mendorong implementasi sistim informasi teknologi (IT) dalam mengendalikan konsumsi BBM. Selain itu, program diversifikasi energi masih menjadi agenda untuk dilakukan tahun ini. (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya