Hati-Hati, Polri Bakal Obrak-Obrak Pengoplos Beras Bulog
Merdeka.com - Satgas Pangan Polri mengaku sudah memproses hasil temuan Perum Bulog terkait pedagang nakal yang menjual beras oplosan kepada konsumen akhir (end user).
Kepala Subbagian Satgas Pangan Polri, Kombes Pol Iksantyo Bagus Pramono mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan Perum Bulog soal adanya pemilik gudang di Pasar Cipinang yang mencampur beras beda kualitas dan memanipulasi karung.
"Hasil laporan dari beliau kita tindak lanjuti yang di Cipinang. Sementara kita lakukan pemanggilan kepada yang ditemukan di situ orangnya, kemudian saksi-saksi sudah kita panggil," kata Bagus di Hypermart Puri Indah, Jakarta, Rabu (8/2).
Secara proses, Satgas Pangan Polri sudah menyerahkan temuan Bulog untuk diperiksa di laboratorium. Namun, dia belum mau membeberkan temuan tersebut sampai memperoleh hasil.
"Jadi sementara sabar dulu, karena kalau Polri harus berdasarkan kegiatannya ilmiah, harus ada yang dibuktikan. Sementara itu yang masih kita lakukan," ujar Bagus.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso beserta tim telah melakukan sidak ke gudang milik PT Food Station Tjipinang Jaya di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (3/2).
Hasilnya, dia mendapati adanya sejumlah gudang yang diduga menyelewengkan beras milik pemerintah.
Dari kunjungan ke tiga gudang Cipinang, Budi Waseso menemukan dua yang terindikasi melakukan pelanggaran. Salah satunya, beras Bulog yang dioplos dengan merek lain.
Dia lantas meminta wartawan bersabar terkait temuan tersebut. Dia pun menanti hasil penyelidikan yang dilakukan pihak Satgas Pangan Polri.
"Satgas pangan enggak usah dikejar-kejar. Beliau tuh tahu pekerjaannya. Karena saya ada di sana juga dulu. Cuman datanya macam-macam. Ada yang mungkin ditindak, ada yang dipantau sampai jaringan besarnya," ungkapnya.
Bahkan, Buwas buka kemungkinan, bisa saja ada oknum dari pihak Bulog yang ikut bermain dalam penjualan beras oplosan dalam jaringan besar tersebut, atau bahkan dirinya sendiri.
"Saya bilang, jangan-jangan nih jaringan besar ada di Bulog. Lah kan bisa juga. Jangan-jangan mungkin malah Dirut Bulog, ya kan gitu bisa. Makanya jangan disuruh-suruh, biar aja. Tenang, pasti ditangani, percaya sama saya," tuturnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya