Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hati-hati! Di daerah ini paling banyak beredar oli palsu

Hati-hati! Di daerah ini paling banyak beredar oli palsu ilustrasi ganti oli mobil. © searlesauto.ca

Merdeka.com - Direktur Utama Pertamina Lubricants Gigih Wahyu Hari Irianto mengungkapkan jaringan pemalsu pelumas banyak mengincar wilayah-wilayah pinggiran serta jauh dari kota. Temuan ini didapat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Pertamina.

"Sebagian besar pemalsuan produk itu untuk pelumas-pelumas otomotif, seperti Fastron, Enduro, dan Mesran. Roda dua maupun roda empat. Baik kemasan maupun drum," ujarnya di Jakarta, Selasa (26/4).

Gigih menjelaskan para pelaku kebanyakan mengincar masyarakat daerah terpencil. Apalagi, kurangnya informasi mengenai keaslian produk menjadi penyebab masyarakat mudah percaya.

"Dijualnya ke daerah tertentu, ruler area, pedesaan. Bengkel perkampungan. Kan mereka tidak tahu," katanya.

Pihaknya enggan merinci pengaruh pendapatan perusahaannya akibat maraknya pemalsuan produk-produk pelumas tersebut. Dia memprediksi sekitar 15 persen produk pelumas di pasaran ialah palsu.

"Tidak hanya Pertamina Lubricant, semua pemain pelumas (jadi korban). Ada 16 pemain. Sekitar 15 persen itu diisi oleh pelumas palsu," tuturnya.

Anak Perusahaan Pertamina itu bakal meningkatkan kualitas kemasan buat mencegah terjadinya pemalsuan. "Kita ada anti pemalsuan seperti dilaser tutupnya. Pokoknya kita berinovasi lah. Kita inginkan supaya penegak hukum bisa antisipasi," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP