Hasil survei: Banyak pimpinan perempuan lejitkan kinerja perusahaan
Merdeka.com - Grant Thornton International merilis laporan tahunan bertajuk 'Women in Business 2018', yang menyuarakan keragaman gender dalam dunia bisnis. Laporan menyebutkan, bisnis dengan setidaknya satu perempuan di posisi manajemen senior, kinerjanya naik secara signifikan dari 66 persen di tahun lalu menjadi 75 persen pada tahun ini.
Global Leader for Network Capabilities and Sponsor of Women in Leadership Grant Thornton International Ltd, Franscesca Lagerberg, menjelaskan meski saat ini perempuan yang memiliki peran senior dalam bisnis meningkat, penyebarannya masih sangat kecil.
"Ini masih menandakan konsentrasi bisnis yang terkotak-kotak sehingga keuntungan dari keragaman gender belumlah optimal,” ujar Lagerberg dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (8/3).
Meski ada kenaikan, tapi dari sisi persentase, wanita yang memegang posisi kepemimpinan senior sedikit menurun, yakni dari 25 persen menjadi 24 persen pada tahun ini. Penurunan sebesar satu persen ini membuka kemungkinan bahwa penunjukan pemimpin perempuan hanya formalitas belaka, agar tidak seluruh kepemimpinan dipegang oleh pria.
Grant Thornton juga melaporkan adanya kebijakan dan implementasi kesetaraan gender yang banyak diterapkan di dunia bisnis. Kebijakan memberikan upah seimbang antara pria dan perempuan di jenjang sama paling banyak dilakukan, yakni 81 persen dari responden telah merasakannya. Kebijakan non-diskriminasi pada rekrutmen, berada di posisi kedua, dengan 65 persen responden. Terakhir, pemberian cuti melahirkan atau paid parental leave sebesar 59 persen responden.
Hasil laporan tahunan ini juga menunjukkan alasan-alasan perusahaan menerapkan kesetaraan gender. Alasan lebih mudah merekrut dan mempertahankan sumber daya manusia (SDM) paling banyak dipakai, yakni 65 persen responden.
Alasan sesuai dengan nilai-nilai perusahaan juga tinggi, yakni 65 persen responden, dan mendorong kinerja perusahaan alasan ketiga yang dipilih oleh 55 persen responden.
Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, menambahkan keragaman gender tidak hanya soal adanya perwakilan wanita dalam kepemimpinan, tapi bagaimana suara mereka dapat didengar dan memiliki kekuatan sama dengan pria.
"Perusahaan yang mampu mewujudkan lingkungan kerja inklusif akan menciptakan stabilitas di segala sisi operasional sehingga membuka lebar potensi kinerja perusahaan menjadi lebih baik," ucap Johanna.
Survei dilakukan terhadap 4.995 responden dari 35 negara pada periode Juli-Desember 2017. Para responden adalah ehief executive officer (CEO), managing director, dan chairman.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya