Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hasil audit BPK catat utang pemerintah terus naik sejak 2015

Hasil audit BPK catat utang pemerintah terus naik sejak 2015 Utang. ©Shutterstock

Merdeka.com - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Moermahadi Soerja Djanegara menyebut bahwa rasio utang pemerintah pusat terus mengalami peningkatan sejak tahun 2015. Meskipun demikian, rasio utang tersebut masih berada di bawah ambang batas 60 persen dari PDB.

"Pada Tahun 2014, rasio utang terhadap PDB hanya mencapai 24,7 persen atau mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar 24,9 persen. Namun, tahun 2015 meningkat menjadi 27,4 persen," ujar Moermahadi di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Kamis (31/1).

Moermahadi melanjutkan, utang pemerintah kembali naik pada 2016 dan 2017. Di mana utang tersebut meningkat masing-masing sebesar 28,3 persen dan 29,39 persen. "Tahun 2016 utang juga naik sebesar 28,3 persen dan tahun 2017 menjadi 29,39 persen," jelasnya.

Peningkatan rasio utang tersebut tidak lepas dari terus meningkatnya realisasi pembiayaan utang dari tahun 2015 sampai 2017 yaitu sebesar Rp 380 triliun pada tahun 2015, Rp 403 triliun pada tahun 2016, dan Rp 429 triliun pada tahun 2017.

Selain itu, nilai pokok atas utang pemerintah tanpa memperhitungkan unamortized discount dan unamortized premium mencapai sebesar Rp 3.993 triIiun yang terdiri dari utang luar negeri sebesar Rp 2.402 triliun atau 60 persen dan utang dalam negeri sebesar Rp 1.591 atau 40 persen.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP