Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hari ini, penerbangan komersil mulai layani rute Palu pasca bencana

Hari ini, penerbangan komersil mulai layani rute Palu pasca bencana Pesawat di atas samudera. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan, lalu lintas udara di Palu, mulai dibuka untuk penerbangan komersil semisal Garuda dan Wings Air pada Senin (1/10). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, pihaknya merencanakan pada hari ini penerbangan komersial sudah dimulai.

"Hari ini telah dicatat dua pesawat Wings (Air) dan Garuda mendarat di Bandara Mutiara (SIS Al Jufri). Kita harapkan jumlah penumpang yang bisa diserap lebih banyak," ungkap dia saat menggelar sesi konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Senin (1/10).

Selain itu, dia juga telah mengarahkan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara Pramintohadi Sukarno untuk bersiaga mengoordinasikan lalu lintas di Palu. "Karena kegiatan di Bandara Mutiara ada beberapa, yaitu memastikan penumpang bergerak dari dan ke Palu," sambungnya.

Sementara itu, Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana Pramesti mengungkapkan, saat ini sudah ada empat maskapai komersial yang bisa menerbangkan 15 armada yang dimilikinya. "Dari 15 (armada) itu Nam Air ada 7, lalu Wings Air 4, Garuda 2, dan My Indo (Airlines) 2," papar dia.

Namun begitu, dia meneruskan, belum seluruh pesawat yang masing-masing maskapai miliki bisa diterbangkan dalam satu waktu. Dia pun membaginya ke dalam empat slot atau satu kali penerbangan untuk masing-masing pesawat.

"Nam, Wings, Garuda, dan My Indo masing-masing satu slot. Garuda yang terbang satu. Wings 4, tapi yang dapat slot baru dua dan satu yang baru terbang. Namun satu, tapi RTB (return to base) karena di Palu pelatarannya penuh dengan pesawat Hercules. My Indo sudah dapat tapi RTB," tutur dia.

Kemenhub juga sudah mulai memproses rekonstruksi bandara yang sempat sedikit luluh lantah akibat terjangan gempa. "Kami sudah memulai proses pembangunan konstruksi tiga kegiatan, yakni untuk memperbaiki landasan 300 meter karena terjadi crack (retakan), memulai pembangunan menara ATC, dan ketiga melakukan recovery terminal yang terdampak," jelasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP