Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga Tiket Pesawat Diturunkan, Sektor Pariwisata Diharap Kembali Menggeliat

Harga Tiket Pesawat Diturunkan, Sektor Pariwisata Diharap Kembali Menggeliat Lion Air. ©2018 humas lior air

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK memutuskan untuk menurunkan harga tiket penerbangan murah atau low cost carrier (LCC) seperti Lion Air dan Citilink. Hal ini sebagai respons harapan masyarakat dan tetap menjaga keberlangsungan industri penerbangan di Tanah Air.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno menanggapi positif kebijakan tersebut. Kebijakan ini, kata dia, merupakan kabar gembira bagi masyarakat pengguna LCC.

"Kabar baik bagi pengguna LCC," kata dia saat dihubungi merdeka.com, Kamis (20/6).

Menurut Djoko, sebagian besar pernyataan keberatan atas kenaikan harga tiket berasal dari para pengguna jasa penerbangan LCC. "Saya lihat warga yang berkeberatan kebanyakan dari yang menggunakan LCC itu," ujarnya.

Meskipun demikian, dia berharap kebijakan tersebut sudah tidak kemudian mengganggu bisnis maskapai. Selain itu tentu diharapkan agar aspek keselamatan tetap dijunjung tinggi, meskipun harga tiket pesawat diputuskan turun.

"Tapi ini apa jangan sampai mengganggu operasional maskapai. Dan juga dari sisi keselamatan. Kalau tidak mengganggu keselamatan, sebenarnya tidak masalah," tandasnya.

Dalam pandangan Djoko, keputusan ini bakal mendorong geliat industri pariwisata domestik. Diharapkan dengan turunnya harga tiket pesawat LCC makin banyak masyarakat yang berwisata dengan menggunakan moda angkutan udara.

"Impact-nya apa. Mungkin pariwisata bisa meningkat lagi," kata dia.

Diketahui, berdasarkan survei pengguna jasa bandara tahun 2018, mayoritas pengguna pesawat terbang, yakni 54 persen, melakukan perjalanan untuk kepentingan bisnis dan keperluan dinas.

"54 persen pengguna pesawat terbang itu adalah untuk tujuan perjalanan bisnis dan dinas. 30-an persen untuk keluarga. 10 persen untuk pariwisata," jelasnya.

Dengan turunnya harga tiket pesawat LCC, tentu diharapkan porsi pengguna pesawat terbang untuk kepentingan wisata akan lebih meningkat lagi. Terutama untuk perjalanan ke destinasi wisata di luar Pulau Jawa.

"Intinya pariwisata tetap bisa jalan. Moda untuk berwisata bisa pakai pesawat. Di Jawa kan sudah terhubung jalan tol. Orang bisa wisata tidak pakai pesawat kok. Bisa lebih cepat. Keluar Jawa, misalnya ke Morotai," tandasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP