Harga semen turun, Semen Indonesia khawatir keuntungan berkurang
Merdeka.com - Direktur Keuangan PT Semen Indonesia Ahyanizzaman mengakui penurunan harga semen yang ditetapkan pemerintah Jokowi-JK akan menekan untung perusahaan. Target pendapatan tahun ini dikhawatirkan juga tidak akan tercapai.
Dalam rencananya, Semen Indonesia menargetkan kenaikan pendapatan tahun ini di kisaran 9-12 persen dengan target laba bersih naik 3-6 persen. Sementara margin akan tertekan hingga 1-3 persen.
"Dampak penurunan harga ada. Kita akan berupaya memaksimalkan penjualan terutama revenue, optimalkan pasar-pasar primer, secondary market kita shifting, kita lakukan berbagai upaya efisiensi," ujar Ahyanizzaman di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (23/1).
Meski demikian, margin dan pendapatan perseroan masih akan tetap tumbuh walau tidak seperti yang ditargetkan. Ini dapat tertolong harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang turun sehingga berdampak pada penurunan beban operasional.
"Namun komponen biaya lain-lain meningkat lebih tinggi. Ini yang akan membuat kinerja tertekan," jelas dia.
"Walaupun ada penurunan di biaya transportasi, namun ada komponen biaya yang naik, maka secara absolut dari sisi margin karena peningkatan biaya lebih besar, maka margin akan turun," tutupnya.
Informasi saja, pemerintah sepakat menurunkan harga semen produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 3.000 per sak. Penurunan harga semen hanya berlaku bagi produksi PT Semen Indonesia
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya