Harga Premium & Solar tak naik buat laba Pertamina anjlok
Merdeka.com - PT Pertamina mencatat laba bersih pada kuartal I-2017 sebesar USD 760 juta atau setara Rp 10,1 triliun. Angka ini turun 25 persen dibandingkan kuartal I-2016 yang mencapai USD 1,01 miliar.
Ruginya Pertamina ini salah satunya disebabkan oleh harga Bahan Bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar tidak naik sejak April 2017.
Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengatakan saat ini harga Premium di jual dengan harga Rp 6.450 per liter. Menurutnya, ini tidak sesuai dengan formulasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
"Kalau lihat dari sisi formula yang ditetapkan Kementerian ESDM di Mei 2015, secara formula kan memang harga ditentukan dari harga di kuartal sebelumnya. Jadi kalau melihat selisih formula dengan apa yang ditetapkan, Premium itu sekitar Rp 400 per liter di bawah formula," katanya di Gedung Pusat Pertamina, Rabu (24/5).
Dengan kata lain, harusnya, harga Premium dijual dangan harga Rp 6.850 per liter. Hal serupa sama dengan harga solar yang ditetapkan jauh dari formula saat ini harga solar di jual dengan Rp 5.150 per liter.
"Kalau lihat dari sisi formula yang ditetapkan Kementerian ESDM di Mei 2015, solar Rp 1.150 per liter di bawah formula," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya