Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga Pertalite naik, Pertamina tak khawatir konsumen beralih ke Premium

Harga Pertalite naik, Pertamina tak khawatir konsumen beralih ke Premium Pertamina. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite sebesar Rp 200 per liter. Keputusan ini membuat jarak harga Bahan Bakar Minyak (BBM)‎ dengan kadar Research Octane Number (RON) 90 tersebut semakin jauh dengan premium.

Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan, Pertamina tidak khawatir kenaikan harga Pertalite, membuat masyarakat beralih kembali menggunakan Premium.

"Tidak (kembali ke Premium), aman-aman saja," kata Adiatma, di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurut Adiatma, saat ini masyarakat sudah memahami standar kualitas bahan bakar yang dibutuhkan kendaraannya. Yaitu, kualitas yang baik di atas kadar Research Octane Number (RON) 88.

"Itu kan teman-teman pengguna sudah paham spesifikasi mesin," ‎ujarnya.

‎Pertamina sudah berupaya untuk bertahan dengan harga saat ini agar tidak membebani masyarakat. Namun, harga bahan baku yang meningkat tajam, mengharuskan harga BBM naik di konsumen akhir.

"Ini pilihan berat, tapi kami tetap mempertimbangkan konsumen, dengan memberikan BBM berkualitas terbaik dengan harga terbaik di kelasnya," kata dia.

Dia menjelaskan, kenaikan harga Pertalite dilakukan Pertamina secara periodik sebagai badan usaha. Pihaknya juga mengapresiasi konsumen yang tetap memilih Pertalite sebagai bahan bakar bagi kendaraannya.

"Keputusan untuk menyesuaikan harga merupakan tindakan yang juga dilakukan oleh badan usaha sejenis. Namun, kami tetap berupaya memberikan harga terbaik bagi konsumen setia produk BBM Pertamina," tutur dia.

Dikutip dari laman resmi Pertamina, harga jual Pertalite per 24 Maret 2018, di DKI Jakarta menjadi sebesar Rp 7.800 per liter. Sementara di provinsi lainnya berkisar Rp 7.800 sampai Rp 8.150 per liter. Seperti di Provinsi Riau, Pertalite dibanderol menjadi Rp 8.150 per liter, sedangkan harga Pertalite di provinsi Maluku dan Papua masing-masing menjadi Rp 8.000 per liter.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP