Harga murah, alasan BRI ingin beli Bank Mutiara
Merdeka.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengaku telah mendaftarkan diri sebagai salah satu investor yang berminat membeli Bank Mutiara. Salah satu alasan BRI tertarik membeli Bank Mutiara adalah harganya yang murah.
"Kami mendaftar kepada Bank Mutiara, memang angkanya (harga) menarik buat kami," ujar Direktur Utama Bank BRI, Sofyan Basyir di Gedung BRI Pusat, Jakarta, Rabu (23/4).
Menurutnya, ini adalah kesempatan untuk melebarkan sayap bisnis. "Ini kan terbuka untuk bank lain, terbuka juga untuk akuisisi bank yang memang lagi membutuhkan tambahan modal," jelas dia.
Sofyan menuturkan, nilai jual Bank Mutiara terbilang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan nilai bailout yang dikucurkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2008. "Karena harganya kita perkiraan lebih murah dan nilai bailed out makanya kita masukkan penawaran," ungkapnya.
Seperti diketahui, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selaku pemilik PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) hari ini, Selasa (22/4), telah menutup pendaftaran investor yang berminat membeli Bank Mutiara. Investor ini didominasi dari luar negeri.
Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho mengatakan, terdapat 14 investor yang telah menyatakan minat untuk membeli bank eks Bank Century tersebut. Seluruh peminat berasal dari dalam negeri dan luar negeri.
"14 investor. Lokal 4, Jepang 2, Singapura 2, Malaysia 1, Hong Kong 1, Australia 1, Timur Tengah 1, Taiwan 1," papar Samsu kepada merdeka.com, Selasa (22/4).
Samsu menegaskan, untuk peminat lokal, tidak ada perusahaan BUMN di dalamnya. "Tidak ada BUMN. (Peminat bergerak di sektor) Bank, private equity, lembaga keuangan nonbank," jelas Samsu.
Samsu menegaskan bahwa hingga saat ini seluruh peminat belum menyampaikan penawaran harga. "Betul tapi harga belum karena tahapnya baru sampai pendaftaran," tutup Samsu.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya