Harga minyak kembali melonjak karena ulah Arab Saudi dan Rusia
Merdeka.com - Harga minyak mentah dunia kembali melonjak hingga di atas 1,5 persen. Ini menyusul kesepakatan Arab Saudi dan Rusia memerpanjang masa pemangkasan produksi minyak dari sebelumnya pertengahan tahun ini menjadi Maret 2018.
Seperti diberitakan reuters, harga minyak Brent sempat menyentuh USD 51,68 per barel. Naik 84 sen atau 1,7 persen dari harga pada penutupan perdagangan terakhir.
Sementara, West Texas Intermediate (WTI) bertengger di level USD 48,64 per barel, naik 80 sen (1,7 persen).
"Dua menteri sepakat mengambil langkah apapun untuk menstabilkan pasar dan memangkas stok minyak dari level rata-rata dalam lima tahun," demikian isi pernyataan bersama Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih dan Menteri Energi Rusia Alexander Novak. Keduanya bertemu di Beijing, China, hari ini.
Sebagaimana diketahui, akhir tahun lalu, OPEC berjanji memangkas produksi minyak hampir 1,8 juta barel per hari sepanjang paruh pertama 2017. Diperkirakan volume pemangkasan pada masa perpanjangan, setidaknya hingga kuartal pertama 2018, minimal sama.
Rusia dan Arab Saudi adalah negara produsen dan eksportir minyak terbesar di dunia. Keduanya memproduksi minyak sekitar 20 juta barel per hari atau seperlima dari konsumsi global.
Kendati demikian, keduanya berharap negara produsen minyak lainnya ikut melakukan pemangkasan.
"Kami optimistis akan banyak negara bakal melihat manfaat dari kerja sama ini dalam menciptakan stabilitas di pasar minyak." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya