Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga Minyak Dunia Turun Setelah Data Ekonomi China Mengecewakan

Harga Minyak Dunia Turun Setelah Data Ekonomi China Mengecewakan Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Harga minyak dunia tercatat turun pada Senin (19/10) dipicu laporan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga China tidak naik setinggi yang diharapkan. Ini juga menggarisbawahi kekhawatiran bahwa melonjaknya kasus virus Covid-19 secara global berdampak pada permintaan di importir minyak terbesar dunia.

Data Pemerintah menunjukkan bahwa negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini pada kuartal ketiga tumbuh sebesar 4,9 persen dari tahun sebelumnya, meleset dari ekspektasi analis. Pabrik penyulingan di China memperlambat laju pemrosesan mereka pada bulan September dan impor logam industri yang didukung oleh stimulus pemerintah.

Dilansir dari Reuters, minyak mentah Brent untuk Desember turun 15 sen, atau 0,4 persen menjadi USD 42,78 atau Rp630.000 per barel pada 0405 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk November berada di USD40,70 atau Rp599.000 per barel, turun 18 sen. Kontrak tersebut akan berakhir pada hari Selasa.

Data China menunjukkan pertumbuhan barang dan jasa melemah. Sementara data pada pengolahan minyak mentah dan produksi logam industri yang diberikan oleh stimulus fiskal mengecewakan, demikian kata Howie Lee, ekonom di Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC).

"Kami kemungkinan akan melihat harga melemah untuk sisa hari ini," kata Lee.

Pembelian Minyak Melambat

melambat rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Antusiasme pembelian minyak di China awal tahun diperkirakan akan melambat, dan pada kuartal keempat di tengah persediaan yang tinggi dan kuota impor yang terbatas untuk penyuling independen.

Lee dari OCBC menambahkan bahwa investor sedang fokus pada pertemuan Joint Ministerial Monitoring Committee (JMMC) dari grup OPEC +.

OPEC + sendiri terdiri dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu produsen seperti Rusia. JMMC dapat memutuskan apakah akan menunda rencana pengurangan pemotongan pasokan saat ini sebesar 7,7 juta barel per hari (bpd) sebesar 2 juta barel per hari mulai Januari.

Reporter Magang: Brigitta Belia

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP