Harga minyak dunia turun, harga BBM tetap ikut penilaian trader
Merdeka.com - Harga minyak mentah dunia kembali mengalami penurunan. Bahkan, kini posisinya sempat menyentuh level USD 97 per barel. Penurunan harga minyak dunia inilah yang menjadi dasar, adanya penolakan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bulan ini.
Juru Bicara PT Pertamina Ali Mudakir mengatakan, penurunan harga minyak dunia tidak serta merta meringankan beban subsidi. Kalkulasi dia, dengan mengacu pada harga minyak mentah dunia USD 100 per barel dan kurs Rp 12.000 per USD. Maka, harga produksinya kemungkinan 110 per barel.
"Kita kan basisnya Mean of Platts Singapore (MOPS), pemerintah bayar pakai formula MOPS. Kalau minyak mentah USD 80 per barel, jadi antara harga keekonomiannya Rp 8.600-Rp 9.100 (angka stabil 90 dolar)," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (17/11).
Perhitungan, Mean of Platts Singapore (MOPS), merupakan penilaian produk trading minyak di kawasan Asia yang dibuat Platt, anak perusahaan McGraww Hill Financial dari Amerika Serikat. Formula harga BBM adalah MOPS plus komponen alpa (margin dan fee distribusi). Tahun ini, pemerintah menetapkan alpha Rp 734,20 per liter. (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya