Harga minyak dunia rendah, pendapatan negara Kuwait anjlok 60 persen
Merdeka.com - Anjloknya harga minyak dunia tidak hanya menghantam ekonomi Rusia dan Arab Saudi. Kuwait sebagai negara penghasil minyak juga kesulitan karena harga minyak dunia hingga kini masih bertahan di bawah USD 50 per barel. Pendapatan negara Kuwait bahkan turun 60 persen, dan warga negara Kuwait harus siap dengan reformasi ekonomi yang akan dilakukan penguasa.
Penguasa Kuwait, Sheikh Sabah Al Ahmad Al Sabah mengatakan akan memulai sesi baru perekonomian soal pemotongan anggaran. Namun, dia belum menjelaskan secara spesifik anggaran sektor apa yang dipotong.
Negara OPEC ini telah memberikan program jaminan kesejahteraan pada masyarakatnya. Namun, mereka tidak menarik pajak secara besar-besaran pada rakyatnya maupun pada 2,8 juta orang asing yang tinggal di sana.
"Harus ada langkah cepat, serius dan mendesak menyelesaikan reformasi ekonomi yaitu dengan pemotongan belanja publik," ucapnya seperti dilansir AP, Rabu (28/10).
"Saya menyatakan ini adalah fakta dan konsekuensi krisis dan saya meminta pemerintah untuk mengambil langkah reformasi yang mendesak," tambahnya.
Harga minyak dunia telah anjlok lebih dari 50 persen sejak pertengahan tahun lalu. Sementara Kuwait dan beberapa negara Timur Tengah lainnya memiliki cadangan minyak yang besar. Rendahnya harga menekan perekonomian mereka. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya