Harga Minyak Dunia Rendah, ESDM Desak Badan Usaha Turunkan Harga BBM
Merdeka.com - Harga minyak dunia terus mengalami penurunan, bahkan sempat menyentuh level USD 57 per barel. Melihat kondisi tersebut, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memanggil badan usaha penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk menurunkan harga BBM non subsidi.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan, penurunan harga minyak dunia merupakan hal baik untuk kegiatan hilir. Atas kondisi penurunan harga minyak tersebut, seharunya harga BBM non subsidi ikut menyesuaikannya.
"Kalau harga minyak turun, harus turun dong," kata Djoko, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (21/11).
Djoko akan memanggil badan usaha yang melakukan kegiatan penjualan BBM non subsidi, untuk meminta menyesuaikan harga dengan penurunan harga minyak dunia.
"Ya nanti semua perusahaan yang jual BBM non subsidi, kita mau panggil untuk nurunin harganya," tuturnya.
Namun menurut Djoko, penurunan harga BBM non subsidi tidak bisa dilakukan secara langsung. Sebab, pemerintah juga memikirkan badan usaha yang melakukan pembelian BBM ketika harga lebih tinggi.
"Begini, mereka kan sudah impor pake harga lama. Kan harga minyaknya baru turun sekarang. Nah yang beli sekarang mungkin untuk dijual bulan depan atau kapan. Kita belum tau. Nggak bisa harga dunia turun, sekarng harus turun. Semakin cepat makin bagus," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya