Harga minyak dunia naik usai kegiatan pengeboran AS menurun
Merdeka.com - Harga minyak dunia naik tipis pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah data menunjukkan terjadi penurunan mingguan dalam jumlah rig pengeboran di Amerika Serikat.
Jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak Amerika Serikat secara tak terduga turun lima rig menjadi 742 rig pada pekan lalu, kata perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes dalam laporan mingguannya pada Jumat (5/1).
Harga minyak sedikit berubah pada Senin (8/1), diperdagangkan mendekati level tertinggi sejak Mei 2015, karena kekhawatiran politik di beberapa negara OPEC mengimbangi proyeksi produksi minyak AS yang lebih tinggi.
"Harga minyak berimbang pada sesi perdagangan hari ini. Protes yang sedang berlangsung di Iran, bersamaan dengan penahanan beberapa pangeran baru-baru ini di Arab Saudi, telah menghidupkan kembali kekhawatiran geopolitik," kata Abhishek Kumar, Analis Energi Senior di Global Gas Analytics Interfax Energy di London.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, naik 0,29 dolar AS menjadi menetap di 61,73 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, bertambah 0,16 dolar AS menjadi ditutup pada 67,78 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Pekan lalu, kedua kontrak naik ke level tertinggi sejak Mei 2015 dengan Brent di 68,27 dolar AS per barel dan WTI di 62,21 dolar AS per barel.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya