Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Badai Delta

Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Badai Delta Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Kamis lalu karena gangguan produksi di Teluk Meksiko akibat Badai Delta. Selain itu, kenaikan harga juga didorong pengurangan pasokan karena pemogokan di industri minyak Norwegia serta kemungkinan pengurangan pasokan dari Arab Saudi.

Dilansir dari CNBC, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik USD 1,35 atau 3,2 persen menjadi menetap di USD 43,34 per barel, setelah jatuh 1,6 persen pada Rabu (7/10). Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) terangkat USD 1,24 atau 3,1 persen menjadi ditutup di USD 41,19 per barel setelah jatuh 1,8 persen sehari sebelumnya.

Minyak juga mendapat dukungan dari prospek penutupan produksi yang lebih banyak di Laut Utara karena pemogokan pekerja. Perusahaan minyak dan pejabat tenaga kerja mengatakan mereka akan bertemu dengan mediator yang ditunjuk negara pada Jumat dalam upaya kedua belah pihak berharap akan mengakhiri pemogokan yang mengancam memotong produksi minyak dan gas Norwegia sekitar 25 persen.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah ditantang peningkatan produksi di Libya, anggota OPEC yang dibebaskan dari pemotongan produksi, serta peningkatan kasus virus corona di banyak wilayah di dunia. Pasar naik tajam pada siang hari ketika laporan Dow Jones mengatakan Arab Saudi sedang mempertimbangkan untuk berbalik arah atas rencana peningkatan produksi OPEC awal tahun depan.

"Potensi perpanjangan pemotongan produksi pasti berdampak positif bagi pasar dan mungkin memberikan dasar musiman yang terjadi," kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group di Chicago.

Dukungan Badai Delta

Pasar juga mendapat dukungan dari Badai Delta, yang diperkirakan akan meningkat menjadi badai Kategori 3 yang kuat di Pantai Teluk. Hampir 1,5 juta barel produksi harian dihentikan.

"Badai Delta adalah peristiwa pasokan minyak mentah, dan dengan semua produksi Teluk Meksiko ini offline, kami mungkin akan kehilangan lebih dari lima juta barel minyak mentah karena badai," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston, Texas

Sebelumnya, harga minyak juga mendapat dukungan dari prospek pemadaman produksi yang lebih banyak di Laut Utara karena pemogokan pekerja. Lapangan utama Johan Sverdrup harus ditutup kecuali pemogokan berakhir pada 14 Oktober.

Reporter Magang : Brigitta Belia

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP