Harga kedelai tertinggi sepanjang sejarah
Merdeka.com - Akhir-akhir ini kita kembali dikejutkan dengan meroketnya harga komoditas kedelai yang rata-rata mencapai Rp 9.200 per kilogram (kg). Naiknya harga kedelai tidak lepas dari melemahnya nilai tukar Rupiah dan ulah importir nakal yang menahan pasokan hingga terjadi kelangkaan.
Melonjaknya harga kedelai ini sudah memasuki fase mengkhawatirkan. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Tempe (Gakoptindo), Aip Syarifudin kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (2/9) malam.
"Tahun ini paling tinggi sepanjang sejarah harga kedelai ya hingga mencapai kisaran Rp 8.900 - Rp 9.600 per kg," ujarnya.
Meroketnya harga kedelai juga pernah terjadi di tahun 2008. Namun saat itu tidak terlalu mengkhawatirkan dan masih dapat dikendalikan. Kondisi tersebut berbeda dengan tahun ini.
"Pernah waktu itu kita turun (demo) tahun 2008, itu harganya di kisaran Rp 8.200 per kg. Lalu dilanjutkan dengan tahun 2012 di mana saat itu kita terpaksa mogok produksi karena harga Rp 8.500 per kg," jelasnya.
Tak lama berselang, harga kedelai kembali stabil di kisaran Rp 5.000-6.000 per kg. Sehingga membuat harga kedelai mengalami kestabilan. "Baru saja tahun kemarin turun, tahun ini malah paling tinggi kan," ungkap dia.
Pihaknya berharap kondisi ini bisa cepat diselesaikan sehingga tidak menimbulkan banyak kerugian. Pengusaha tempe dan tahu juga berharap pemerintah bisa menekan ulah nakal importir.
"Yang paling tertekan ya pengrajin tempe skala kecil. Sehingga diharapkan mereka (importir) jangan diberi izin, biar kapok. Dan mereka harus manut aturan yang ada," tutupnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya