Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga karet anjlok parah, petani mulai cari pekerjaan lain

Harga karet anjlok parah, petani mulai cari pekerjaan lain pohon karet. shutterstock

Merdeka.com - Pemerintah mengakui banyak petani karet mulai mencari pekerja lain karena anjloknya harga komoditi tersebut sejak beberapa tahun terakhir. Hingga kini, belum diketahui kapan harga komoditas itu mulai membaik atau di angka belasan ribu rupiah.

Berdasarkan data dari Unit Pengolahan dan Pemasaran Bersama (UPPB), harga karet saat ini hanya Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram. Sedangkan jika petani menjual ke tempat lain sekitar Rp 5 ribu per kilogram.

"Memang harga karet sekarang sedang turun, akibatnya animo petani turun (beralih ke pekerjaan lain," ungkap Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Fahrurrozi, Senin (4/12).

Meski demikian, kata dia, produksi karet di Sumsel masih terbilang stabil. Setiap tahun, tercatat 1,1 juta ton karet Sumsel diproduksi dari luas lahan sekitar 1,3 juta hektar. "Sejauh ini belum begitu berpengaruh ke produksi, jumlahnya masih cukup bagus," kata dia.

Menurut dia, agar harga karet berada di angka ideal, pihaknya melakukan sosialisasi terkait peningkatan kualitas dan perbaikan tata niaga. Terlepas dari itu, harga karet juga terpengaruh dari kondisi global dan permintaan pasar.

"Setidaknya dengan tata niaga bisa mengatur penjualan tidak terlalu panjang, bisa dipotong biar harganya tidak terlalu rendah. Untuk harga stabil kita belum tahu kapan, tapi diupayakan," kata dia.

Wakil Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi mengatakan, harga karet idealnya berada di angka Rp 14 ribu sampai Rp 16 ribu per kilogram. Sedangkan saat ini hanya berada di kisaran Rp 6 ribu sampai Rp 8 ribu per kilogram.

"Saya minta harganya jangan turun lagi karena pengaruhnya ekonomi masyarakat, daya beli masyarakat bisa menurun," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP