Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga jengkol melonjak 30 persen jadi Rp 70.000/Kg

Harga jengkol melonjak 30 persen jadi Rp 70.000/Kg Jengkol. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Harga jengkol di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung melonjak hingga 30 persen dari sebelumnya. Sejumlah pedagang sembako di Pasar Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji-pun membenarkan harga jual jengkol mengalami kenaikan cukup tajam.

Salah satu pedagang jengkol setempat, Siti mengatakan, harga komoditas itu biasanya dijual Rp 30.000 hingga Rp 35.000/kg, kini naik sekitar 30 persen menjadi Rp 60.000-Rp 70.000/kg. Kenaikan harga jengkol diakui berpengaruh kepada omzet pendapatannya.

"Kalau untuk saya tidak terlalu besar dampaknya, paling sekarang saat mahal harganya hanya menjual 10 kg sehari. Dulu saat harga normal, saya bisa jual 50 kg dan habis," kata Siti seperti ditulis Antara, Rabu (1/2).

Siti memprediksi harga jengkol masih akan terus mengalami kenaikan, mengingat pasokannya ke Pasar Simpang Pematang, Mesuji jumlahnya sedikit.

Surani, pedagang jengkol di Mesuji lainnya membenarkan mengalami pula penurunan omzet penjualan yang cukup besar. Kenaikan harga juga terjadi pada bahan kebutuhan dapur, seperti yang disampaikan oleh Fatimah, salah satu pedagang sayur di pasar tradisional Tanjung Raya, Mesuji.

Menurutnya, harga bawang merah telah naik sejak awal tahun 2017 ini, dari Rp 30.000/kg menjadi Rp 40.000/kg. Selain itu, bawang putih harganya juga naik dari Rp 30.000/kg menjadi Rp 40.000/kg.

Harga cabai di Mesuji pada awal tahun ini juga mengalami kenaikan. Cabai merah besar harganya dari Rp 30.000/kg menjadi Rp 70.000/kg, cabai keriting dari Rp 28.000/kg menjadi Rp 66.000/kg, cabai kecil semula Rp 28.000/kg sekarang menjadi Rp 65.000/kg, cabai hijau dari Rp 25.000/kg menjadi Rp 50.000/kg, dan tomat dari Rp 6.000/kg menjadi Rp 12.000/kg.

Padahal menurut paras pedagang itu, pasokan komoditas pokok tersebut tidak mengalami hambatan. Distribusinya juga tidak tersendat.

Salah satu pembeli Nur, warga Kecamatan Tanjung Raya juga mengeluhkan kenaikan harga itu. "Sekarang uang Rp 100.000 hanya dapat barang belanjaan tomat dan cabai saja, kalau dulu ini paling hanya habis Rp 40.000 saja," katanya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP