Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga gas elpiji 12 Kg di Papua capai setengah juta per tabung

Harga gas elpiji 12 Kg di Papua capai setengah juta per tabung Gas elpiji 12 kg. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Gas elpiji 12 kilogram non-subsidi di Kota dan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat sepekan ini mengalami kelangkaan serta harga di tingkat pengecer mencapai Rp 500 ribu per tabung.

Pantauan di sejumlah pengecer elpiji Sorong, harga gas elpiji 12 kilogram non-subsidi berkisar Rp 400 sampai Rp 500 ribu per tabung dan stok terbatas.

Salim (39) pengecer elpiji mengaku menjual gas elpiji 12 kilogram non-subsidi seharga Rp 500 ribu per tabung karena harga di agen naik serta stok terbatas.

Dia mengatakan, harga gas elpiji 12 kilogram non-subsidi di tingkat agen sebesar Rp 275 ribu per tabung namun pengecer menaikkan harga hingga Rp 500 karena pemerintah belum mengatur standar harga elpiji.

"Jika pemerintah mengatur standar harga elpiji maka pengecer tidak akan menaikkan harga sesuka hati," katanya seperti ditulis Antara, Kamis (18/2).

Menurut dia, tingginya harga elpiji tidak berdampak terhadap masyarakat Kota dan Kabupaten Sorong karena masyarakat pada umumnya lebih banyak menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar bila dibandingkan elpiji. Terkecuali pemilik usaha warung makan dan restoran.

Linda (45) pemilik usaha warung makan di Sorong, mengatakan pemilik usaha warung makan dan restoran menaikkan harga makanan untuk memperoleh keuntungan karena harga gas elpiji di tingkat pengecer mencapai Rp 500 per tabung.

Nasi ikan misalnya, kata Linda, sebelumnya dijual satu bungkus Rp 15.000 naik menjadi Rp 17.000.

Dia berharap pemerintah Kota dan Kabupaten Sorong segera mengatasi kesulitan mendapatkan elpiji serta tingginya harga bahan bakar itu. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP