Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga garam di daerah naik hingga dua kali lipat

Harga garam di daerah naik hingga dua kali lipat Garam. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Aaron Amat

Merdeka.com - Harga garam di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah hingga saat ini masih tinggi hingga naik 100 persen. Hal ini seiring dengan panen yang tidak berjalan dengan baik.

"Saat ini harganya naik sampai 100 persen, peningkatan harga terjadi bertahap," kata seorang pedagang sembako Nuryanto seperti dikutip dari Antara di Pasar Boyolali, Rabu (2/8).

Dia mengatakan sebagai contoh untuk harga garam merek R, jika sebelumnya untuk satu pak yang berisi 40 bungkus garam kemasan 250 gram harganya Rp 30.000 saat ini naik menjadi Rp 60.000. "Karena kenaikan harga ini jika sebelumnya saya jual satu bungkusnya tidak sampai Rp 1.000, saat ini saya jual jadi Rp 2.100," katanya.

Meski harganya mengalami kenaikan, dikatakannya, penjualan tidak mengalami penurunan. Menurut dia, banyak pembelinya yang berasal dari ibu rumah tangga sehingga kenaikan harga tersebut tidak terlalu berdampak pada pengeluaran sehari-hari.

Pedagang lain Widayati mengatakan kenaikan harga juga terjadi untuk garam merek Dangdut. Dia mengatakan jika sebelumnya satu pak garam yang berisi 10 bungkus kemasan 250 gram hanya Rp 8.000, saat ini naik menjadi Rp 22.500.

"Sejak Lebaran sampai hari ini kalau beli dari sales selalu ada kenaikan harga, dari awalnya Rp 8.000 naik jadi Rp 12.000, kemudian sampai naik terus jadi Rp 22.500," katanya.

Ketika bertanya kepada distributor, dikatakannya, mereka beralasan harga sudah mengalami kenaikan dari tingkat petani garam sehingga distributor hanya menyesuaikan. Mengenai kenaikan tersebut, pihaknya berharap pemerintah segera memberikan solusi, dengan demikian pedagang tidak kebingungan saat harus menentukan harga jual garam ke konsumen.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP