Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga cabe justru turun meski Indonesia dihantam bencana

Harga cabe justru turun meski Indonesia dihantam bencana jelang puasa cabe rawit merah dan daging naik. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Bencana alam yang terjadi di awal tahun ini mulai dari banjir hingga erupsi Gunung Kelud telah melumpuhkan Indonesia. Sebagian pihak khawatir, bencana yang terjadi membuat harga bahan kebutuhan pokok melonjak. Sebab, terganggunya sistem distribusi barang otomatis mengganggu stabilitas harga di pasaran.

Namun hasil sidak Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi pagi ini membuktikan hal berbeda. Saat meresmikan Pasar Cibeber di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Bayu mengatakan, harga cabe justru mengalami penurunan. Dalam pandangannya, ini membuktikan tidak ada gejolak harga akibat bencana.

"Tadi kondisi di sini (Pasar Cibeber) pedagang cabe engga ada yang bilang ada kenaikan, mereka bilang malah turun. Mereka dapat barang dari Pasar Induk Cianjur," ucap Bayu di Pasar Cibeber, Kamis (20/2).

Menurut Bayu, bencana yang terjadi memang merusak beberapa produk hortikultura. Sebut saja erupsi Gunung Kelud yang telah merusak tanaman petani. Beruntung, pasokan masih cukup aman karena didatangkan dari daerah lain yang tidak kena imbas bencana tersebut.

"Seperti kemarin diinformasikan hortikultura Jawa Timur terganggu. Tapi kita masukkan dari Jawa Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat itu kita pakai untuk mengisi," tegasnya.

Bayu berharap kondisi seperti ini akan terus bertahan sehingga tidak akan ada kenaikan harga yang signifikan. "Kemungkinan akan naik memang ada, tapi kita distribusi dari daerah lain. Kalaupun naik itu sedikit saja," tutupnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP