Harga Cabai Rawit di Solo Tembus Rp70.000 Per Kg
Merdeka.com - Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Solo terus merangkak naik. Jika dua pekan lalu harga cabai rawit merah masih berkisar Rp50 ribu per kilogram (kg), hari ini menembus angka Rp70 per kg.
Meroketnya harga cabai terjadi di pasar induk Pasar Legi, Solo. Menurut sejumlah pedagang, dua pekan lalu harga masih sekitar Rp50 ribu. Harga terus naik menjadi Rp60 ribu per kg pada pekan lalu. Dan pekan ini kenaikan semakin drastis hingga mencapai Rp70 ribu rupiah per kg.
Mahalnya salah satu komoditas penting tersebut diduga akibat minimnya pasokan. Para petani mengalami gagal panen saat musim kemarau. Para pedagang yang akan menjual kembali komoditas tersebut di pasar lainnya mengeluh.
"Saya kulakan di Pasar Legi sudah Rp70 ribu per kg. Nanti saya jual lagi di Pasar Kleco Rp80 ribu. Saya takut kalau kemahalan malah nggak laku," ujar Anggoro pedagang Pasar Kleco yang sedang kulakan di pasar tersebut, Selasa (16/7).
Pantauan di Pasar Legi, harga cabai merah besar sebelumnya Rp40 ribu per kg naik menjadi Rp45 ribu per kg. Untuk cabe kampar dari semula Rp5,5 ribu per kg menjadi Rp57 ribu per kg. Sementara harga cabai rawit hijau dari Rp30 ribu menjadi Rp44 ribu per kg.
Menurut Wahyuni (59) salah satu pedagang di Pasar Legi, kenaikan harga cabe sangat dipengaruhi faktor cuaca. Tanaman cabai yang kekurangan air menyebabkan kondisi cabai membusuk hingga tak bisa dipanen.
"Ini hampir tiap pekan harganya naik Rp10 ribu. Tapi meskipun harganya tinggi masyarakat tetap membeli," katanya.
Para pedagang berharap hujan segera turun agar pohon cabai milik petani kembali subur. Sehingga panen cabai akan melimpah dan bisa menurunkan harga di pasar.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya