Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga cabai naik 100 persen di Bali

Harga cabai naik 100 persen di Bali Cabai merah. ©2016 merdeka.com/hana adi

Merdeka.com - Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, mengalami kenaikan signifikan mencapai 100 persen. Kenaikan harga terjadi akibat cuaca buruk melanda daerah itu belakangan ini.

"Harga cabai per kilogramnya kini mencapai sekitar Rp 80.000. Harga naik karena pasokan dari petani menurun," kata salah seorang pedagang di Pasar Anyar, Singaraja, Luh Widiastuti seperti ditulis Antara, Senin (26/12).

Tingginya harga cabai menyebabkan penjualan menurun. Pada hari biasa, dia bisa menjual cabai mencapai 50 kilogram setiap hari, tetapi kini hanya berkisar 20-30 kilogram per hari. Mahalnya harga cabai juga mengakibatkan stok membusuk.

"Cabai banyak yang busuk akibatnya tidak laku dijual dan harus dibuang," paparnya.

Harga cabai terus mengalami kenaikan sejak musim hujan terjadi beberapa di wilayah sentra penghasil cabai seperti Pancasari, Baturiti dan sekitarnya. "Saya mendengar informasi dari pengepul bahwa banyak lahan cabai petani gagal panen karena cuaca. Bahkan, ada yang lahannya tergerus banjir beberapa waktu lalu," kata dia.

Pedagang lainnya, Nengah Budarsi mengatakan, kenaikan harga cabai menyebabkan pihaknya kehilangan beberapa pelanggan yang biasa berbelanja ke kiosnya di Pasar Banyuasri.

"Banyak langganan mengeluh karena harga cabai sangat mahal. Beberapa di antaranya membatasi pembelian cabai. Mereka (langganan) biasanya beli di atas empat kilogram tetapi kini berkisar hanya satu kilogram saja," jelasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP