Harga cabai melonjak hingga Rp 60.000, ini penjelasan Kementan
Merdeka.com - Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Yazid Taufik mengatakan gejolak harga cabai di pasar bukan dikarenakan produksi cabai berkurang. Kenaikan disebabkan adanya disparitas antara harga di petani dan pedagang ritel sehingga membuat petani cabai menaikkan harga cabai.
Dia menjelaskan dengan adanya kenaikan harga di tingkat grosir mencapai Rp 17.000-Rp 20.000, sehingga petani menaikkan harga menjadi Rp 12.000-Rp 15.000.
"Harga tingkat petani merespons grosir dan ritel. Otomatis terjadi penetrasi ke hulu. Sampai lompat Rp 60.000 di eceran," kata Yazid di Kantornya, Jakarta, Minggu (13/3).
Dia menambahkan, disparitas ini diakibatkan oleh pedagang perantara (middle man) yang mengambil keuntungan tiga kali lipat dari nilai ekonomis yang bisa didapat oleh petani.
Oleh karena itu, Kementan memiliki tanggung jawab membentuk kelembagaan petani yang kuat guna meningkatkan jumlah produksi. Selain itu, Kementan juga bekerjasama dengan kementerian terkait guna memperlancar distribusi pangan.
"Perdagangan ada Kementerian Perdagangan, transportasi di Kementerian Perhubungan, kalau jalan jelek kan ada Kementerian Pekerjaan Umum. Macet di Brebes ini kan masalah tata niaga," pungkasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya